Kemas Faried Soroti Jukir Liar, Ini Soal Kenyamanan Publik dan Kebocoran PAD

Selasa, 06 Mei 2025

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly. (istimewa/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM -  Masalah juru parkir liar di Kota Jambi makin menjadi sorotan. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, angkat bicara dan menegaskan bahwa praktik jukir liar bukan sekadar soal retribusi semata, tetapi menyangkut kenyamanan publik dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Ini sudah terlalu lama jadi masalah. Kami di DPRD akan jadikan ini atensi serius," tegas Faried dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).

Ia menyebut keberadaan jukir liar yang berkeliaran di pusat-pusat keramaian dan kawasan UMKM sangat meresahkan.

Tak hanya mengenakan tarif seenaknya, mereka juga sering berpakaian preman, sehingga mengurangi rasa aman dan nyaman pengunjung.

“Bayangkan, warga mau belanja atau makan malah dibebani biaya parkir. Ini bukan hanya soal parkir, tapi soal kenyamanan publik,” ujarnya.

Faried menyoroti bahwa parkir adalah salah satu potensi besar untuk menambah PAD Kota Jambi.

Namun jika pengelolaan dibiarkan liar, maka potensi tersebut bisa bocor dan tidak masuk ke kas daerah.

"Parkir itu potensi PAD yang besar. Kalau dibiarkan liar, ya bocor ke mana-mana," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa praktik jukir liar sudah menjadi perhatian lembaga negara, salah satunya Ombudsman RI, yang mengkategorikan parkir liar sebagai bentuk maladministrasi.

“Ini sudah masuk dalam temuan Ombudsman. Harus ada tindakan nyata dari Pemkot, jangan sampai berlarut-larut,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, DPRD Kota Jambi akan menginstruksikan Komisi III untuk segera memanggil Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk dimintai penjelasan soal langkah-langkah pengawasan dan penindakan.

“Nanti Komisi III kita minta panggil Dishub. Kita ingin tahu apa langkah konkret yang sudah dan akan dilakukan,” tegas Faried.

Lebih jauh, ia juga mendorong Pemerintah Kota Jambi untuk segera menerapkan sistem parkir digital sebagai solusi jangka panjang.

“Dengan digitalisasi, pengawasan lebih mudah, pemasukan lebih jelas. Ini bukan hanya solusi teknis, tapi juga solusi strategis,” tandasnya.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...