MENGIKUTI perjalanan Al Haris ke arah Timur Jambi mengingatkan sejarah panjang di Tanjungjabung Timur.
Dalam peta Belanda “Schetskaart Residentie Djambi – Adatgmeenschappen (Marga’s), disebutkan wilayah Tanjungjabung Timur terbagi ke dalam dua marga. Pertama marga Dendang/Sabak, lalu marga Berbak.
Dalam Peta Belanda disebutkan pusat marga Dendang/Sabak berpusat di Muarasabak. Sedangkan marga Berbak berpusat di Rantaurasau.
Selain nama tempat Muarasabak, marga Sabak/Dendang juga disebutkan nama tempat Mendahara. Mendahara yang disebutkan terletak di tepi laut Tiongkok Selatan.
Di tengah masyarakat dikenal di tepi laut. Atau ada juga yang menyebutkan “muaralaut”.
Sedangkan di marga Berbak selain Rantaurasau disebutkan juga nama tempat “nipahpanjang”. Nama-nama tempat seperti Rantaurasau dan Nipahpanjang dikenal sebagai “lumbung” padi untuk Provinsi Jambi hingga awal tahun 70-an.
Khusus Nipahpanjang kemudian dikenal daerah transmigrasi tahun 1972.
Syamsul Watir M yang berjudul “Petani Bugis, Ahli Persawahan Pasang Surut” dan “Petani dan Persawahan Pasang Surut” yang dimuat di berita Buana, Senin, 26 April 1976.
Istilah “persawahan pasang surut” adalah tema yang menarik perhatian publik. Istilah persawahan pasang surut dapat dilihat dari peradaban Bugis di Jambi.
Istilah “pasang surut” mengingatkan istilah “rawa” merupakan istilah dalam catatan-catatan seperti dituliskan didalam buku “Diaspora Bugis, Identitas dan Islam di Negeri Malaya, dalam “Diaspora Bugis di Alam Melayu Nusantara, Penerbit Ininmawa, Makassar, 2010.
Sedangkan Marga Berbak dikenal di masyarakat Rantau Rasau. Wilayah adat Rantau Rasau dikenal dipimpin Pangeran Wira Kusumo.
Didalam Marga Berbak juga dikenal Sungai Rambut. Sungai Rambut dikenal sebagai Wilayah Teluk Harimau.
Kembali ke marga Dendang/Sabak. Menurut berbagai sumber, kata “mendahara” berasal dari kata “bendahara”. Bendahara karena keadaan alam yang melimpah ruah. Masyarakatnya tidak perlu bersusah payah untuk menikmati hasil lautnya. Alam menyediakan kebutuhan masyarakat.
Mendahara dikenal sebagai “pintu” pelabuhan hasil perdagangan masyarakat Jambi. Mendahara kemudian dikenal sebagai salah satu Kecamatan di Kabupaten Tanjungjabung Timur.
Desa yang termasuk ke dalam Kecamatan Mendahara adalah Desa Pangkal Duri, Desa Mendahara Tengah, Desa Lagan Ilir, Desa Sinar Kalimantan, Desa Sungai Tawar, Desa Bakti Idaman, Desa Merbau, dan Desan Pangkal Duri Ilir. Dengan satu Kelurahan Mendahara Ilir. Mendahara Ilir juga dikenal sebagai pusat Kecamatan Mendahara.(*)
*Penulis adalah Direktur Media Publikasi dan Opini Tim Pemenangan Al Haris-Sani.
Akun FB Atas Namakan Tim Haris-Sani Rasis, Nauli: Dipastikan Bukan Tim!
Anda Warga Tanjungjabung Timur, Ini 53 Program Pembangunan Haris-Sani
Peduli Milenial, Al Haris-Sani Suguhkan Program Kartu UKM Mantap dan Cerdas Mantap
Bersama Abdullah Hich, Al Haris Kembali Turun ke Tanjab Timur
Dialog di Tengah Kebun Karet, Ini Harapan Petani kepada Al Haris
Dana Rp50 M Dirancang Haris-Sani Untuk Petani Karet-Sawit di Jambi