Gelar Jambi Financial Fest, OJK Jambi Dorong Peningkatan Pemahaman dan Perluasan Akses Keuangan

Rabu, 28 Oktober 2026

(istimewa/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM - Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Hal tersebut disampaikan Yan Iswara saat kegiatan Jambi Financial Fest 2026 bertema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” yang diselenggarakan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026) malam.

Dikatakannya, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dilakukan melalui kerja sama OJK, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks inklusi keuangan nasional tercatat sebesar 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen.

Untuk Provinsi Jambi, indeks literasi keuangan telah mencapai 72,24 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat Jambi terhadap produk dan layanan jasa keuangan terus mengalami perkembangan.

Namun, indeks inklusi keuangan Provinsi Jambi masih berada di kisaran 92 persen, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal agar dapat mencapai target nasional.

“Alhamdulillah, indeks literasi keuangan Provinsi Jambi sudah berada di atas nasional, yakni 72,24 persen. Namun, untuk inklusi keuangan, kita masih harus bekerja lebih keras karena masih berada di kisaran 92 persen. Ini membutuhkan dukungan seluruh pihak agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan,” jelas Yan Iswara.

Ia menegaskan, OJK tidak dapat bekerja sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Diperlukan dukungan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas edukasi hingga ke desa-desa dan wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

OJK Provinsi Jambi juga terus mendorong peran duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam kesempatan tersebut, Yan Iswara turut menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Bulan Inklusi Keuangan di Provinsi Jambi. Sepanjang September hingga Oktober 2026, realisasi kegiatan inklusi keuangan mencapai Rp80,35 miliar, meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp52 miliar.

Sementara itu, kegiatan literasi keuangan yang dilaksanakan selama periode tersebut mencapai 144 kegiatan, meningkat 5,11 persen, dengan jumlah peserta sebanyak 14.697 orang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan masyarakat, OJK bersama industri jasa keuangan juga memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri (personal accident) kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan Jambi Financial Fest 2026. Perlindungan tersebut diberikan selama satu tahun sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.

Yan Iswara mengingatkan masyarakat agar senantiasa memastikan legalitas produk dan layanan jasa keuangan sebelum menggunakannya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal pengaduan resmi OJK apabila menghadapi persoalan terkait layanan jasa keuangan dan melaporkan dugaan penipuan melalui saluran pelaporan resmi yang tersedia.

Kegiatan Jambi Financial Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas secara finansial, terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Wali Kota Jambi Maulana, Kepala BPS Provinsi Jambi, Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Kepala BPKP Provinsi Jambi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi, serta pimpinan perbankan dan industri jasa keuangan, di antaranya Bank Jambi, Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, BCA, Perbanas, Taspen, Pegadaian, Jasa Raharja, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. (*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...