Gubernur Al Haris Dorong Inklusi Keuangan Jambi Tembus Target Nasional, Libatkan Generasi Muda

Rabu, 28 Oktober 2026

(istimewa/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM - Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi pelaksanaan Jambi Financial Fest 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Jambi Tahun 2026.

Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan industri jasa keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, sehingga tingkat inklusi keuangan di Provinsi Jambi dapat mencapai bahkan melampaui target nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan Jambi Financial Fest 2026 bertema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” yang diselenggarakan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026) malam.

Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari sekolah rakyat, siswa SMA/SMK, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi beserta seluruh industri jasa keuangan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Menurutnya, Provinsi Jambi masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan tingkat inklusi keuangan agar mencapai target nasional. Namun, kondisi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk mempercepat perluasan akses layanan keuangan, tanpa harus menunggu hingga batas waktu target pada 2029.

“Jambi masih tertinggal sekitar satu persen dibandingkan target nasional. Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Gubernur.

Gubernur menilai, peningkatan inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan menyediakan layanan perbankan dan berbagai produk keuangan. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat mengenai manfaat, keamanan, kenyamanan, serta kemudahan dalam mengakses layanan keuangan formal.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang telah mengenal layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memanfaatkan layanan tersebut karena berbagai kendala, keterbatasan pemahaman, maupun belum tumbuhnya kesadaran akan manfaatnya.

Karena itu, Gubernur mengajak seluruh pelaku industri jasa keuangan untuk terus meningkatkan edukasi, memperluas jangkauan pelayanan, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memanfaatkan produk perbankan, asuransi, investasi, dan layanan keuangan lainnya.

“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda, kita berharap target nasional dapat dicapai lebih cepat,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, industri jasa keuangan, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap kegiatan Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan melalui program edukasi dan perluasan akses keuangan yang berkelanjutan hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Jambi.

“Ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Provinsi Jambi. Pertumbuhan ekonomi Jambi saat ini masih di kisaran 4,9 persen dan kita berharap ke depan bisa mengejar angka 5 persen. Kita ingin terus berkontribusi terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Wali Kota Jambi Maulana, Kepala BPS Provinsi Jambi, Kepala BPK RI Perwakilan Jambi, Kepala BPKP Provinsi Jambi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi, serta pimpinan perbankan dan industri jasa keuangan, di antaranya Bank Jambi, Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN, BCA, Perbanas, Taspen, Pegadaian, Jasa Raharja, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. (*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...