ONLINEJAMBI.COM - Luminor Hotel Jambi kembali menghadirkan penawaran istimewa bertajuk "Night Dream". Program ini dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan tingkat tinggi dan pengalaman beristirahat yang berkesan bagi siapa saja yang mendambakan suasana inap berkualitas di pusat Kota Jambi.
Melalui penawaran "Night Dream", para tamu dapat menikmati potongan harga menarik sebesar 55% untuk pengalaman bermalam yang istimewa. Program ini berlaku bagi tamu yang melakukan check-in mulai pukul 11.00 malam, pilihan ideal bagi Anda yang mendambakan kenyamanan tidur berkualitas usai melewati hari yang padat ataupun perjalanan larut malam.
Periode program "Night Dream" ini dapat dinikmati mulai dari bulan September hingga November 2026.
Bagi Anda yang ingin melakukan reservasi atau memerlukan informasi lebih lanjut, Luminor Hotel Jambi siap melayani melalui WhatsApp di nomor 0822 8288 8810.
Untuk kemudahan transaksi, pembayaran resmi dilayani melalui Bank BCA dengan nomor rekening 1192122168 atas nama PT. Utama Leedon Lestari.
Berbagai informasi, promo, serta penawaran eksklusif lainnya juga dapat Anda saksikan melalui akun media sosial resmi Luminor Hotel Jambi di @luminorhoteljambi. Informasi lengkap mengenai jaringan hotel turut dapat diakses melalui situs www.waringinhospitality.com
Nikmati malam yang menenangkan dan sambut pagi dengan energi baru berkat kualitas istirahat terbaik di Luminor Hotel Jambi.(*)
Gerak Bersanding Kader Posyandu Kumpeh Ulu, Upaya Turunkan Stunting Bersama Pertamina EP Jambi Field
BEI Terapkan Intraday Short Selling dengan Manajemen Risiko yang Terukur dan Menyeluruh
BI Jambi Ajak Jurnalis Gali Konektivitas Candi Muarojambi dan Borobudur untuk Dongkrak Pariwisata
SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu Melaju ke Final ANC 2026
Jati Coffee Hadir di Kota Jambi, Siap Jadi Alternatif Tempat Nongkrong Favorit Warga
Gelar Capacity Building, BI Jambi Bahas Transformasi Bank Sentral melalui Amandemen UU P2SK
OJK Luncurkan RP31 2026-2030, Perkuat Resiliensi dan Peran Perbankan sebagai Penggerak Ekonomi