ONLINEJAMBI.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menggelar Capacity Building bagi Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) Jambi serta protokol se-Provinsi Jambi. Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta, 2-4 Oktober 2026, mengangkat tema transportasi bank sentral melalui amandemen Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Kegiatan tersebut dibuka Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary. Capacity building ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman wartawan dan protokol mengenai peran, fungsi serta arah kebijakan Bank Indonesia setelah adanya perubahan kerangka regulasi melalui UU P2SK.
Dalam kegiatan tersebut, Performance Manager Departemen Hukum Bank Indonesia, M. Yudhi Fariha, memberikan pemaparan mengenai amandemen UU P2SK dan implikasinya terhadap kelembagaan serta pelaksanaan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Yudhi menjelaskan, perubahan regulasi membawa sejumlah perkembangan penting terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Karena itu, pemahaman terhadap substansi perubahan tersebut menjadi penting, tidak hanya bagi internal Bank Indonesia, tetapi juga bagi pihak-pihak yang berinteraksi dan menyampaikan informasi mengenai kebijakan bank sentral kepada masyarakat.
“Komunikasi merupakan hal yang penting dan harus memberikan dampak yang nyata. Dengan adanya amandemen UU P2SK, terdapat perkembangan dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas Bank Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan regulasi tersebut perlu dipahami secara utuh agar informasi mengenai Bank Indonesia dapat disampaikan secara tepat kepada publik. Terlebih, kebijakan bank sentral memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai aspek perekonomian dan kehidupan masyarakat.
“Sudah sewajarnya kami memperkenalkan Bank Indonesia dan bagaimana dampaknya. Dengan adanya acara ini, diharapkan ada pemahaman dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara Bank Indonesia dengan media menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman publik. Wartawan memiliki peran strategis dalam menerjemahkan berbagai kebijakan dan perkembangan ekonomi ke dalam informasi yang mudah dipahami masyarakat.
Karena itu, kegiatan capacity building tidak hanya diarahkan untuk mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami isu-isu strategis yang berkaitan dengan bank sentral, kebijakan ekonomi dan sektor keuangan.
Bagi Forweb Jambi, pemahaman terhadap perubahan regulasi dan arah kebijakan Bank Indonesia menjadi modal penting dalam menjalankan fungsi jurnalistik. Dengan pemahaman yang lebih baik, pemberitaan mengenai kebijakan moneter, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan maupun isu ekonomi lainnya diharapkan dapat disampaikan secara lebih komprehensif.
Sementara bagi protokol, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia sekaligus membangun koordinasi yang lebih efektif dalam mendukung pelaksanaan agenda kelembagaan.
Rangkaian capacity building di Yogyakarta sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, media dan unsur pendukung kelembagaan. Sinergi tersebut dinilai penting karena perubahan kebijakan bank sentral membutuhkan komunikasi publik yang jelas, akurat dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia Jambi berharap pemahaman peserta terhadap perubahan regulasi serta perkembangan tugas dan fungsi bank sentral semakin kuat.
Pada akhirnya, pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih tepat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan literasi ekonomi dan keuangan di Provinsi Jambi.(*)
OJK Luncurkan RP31 2026-2030, Perkuat Resiliensi dan Peran Perbankan sebagai Penggerak Ekonomi
OJK Setujui Perluasan Wilayah Usaha Nasional Bagi Dua Perusahaan Pergadaian
Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Perkuat Transformasi Berbasis AI dan Pertumbuhan Inklusif
Di Balik Kabut Asap Tanjabtim: Pasukan Pemadam PetroChina Tiap Hari Bantu Satgas Karhutla
Komitmen Tanpa Henti PetroChina Jabung Ltd: Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas