Di Balik Kabut Asap Tanjabtim: Pasukan Pemadam PetroChina Tiap Hari Bantu Satgas Karhutla

Rabu, 30 September 2026

(Ist/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM - Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) PetroChina International Jabung Ltd. mengambil langkah konkret dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Perusahaan migas yang beroperasi di Blok Jabung tersebut mengerahkan tim karhutlanya setiap harinya untuk membantu satgas karhutla berjibaku memadamkan api di titik-titik kebakaran.

Dalam tiga bulan terakhir, PetroChina ikut memadamkan lebih dari 10 lokasi karhutla yang berada di beberapa lokasi di kabupaten tersebut. Di luar peran aktifnya dalam pemadaman karhutla, PetroChina juga mendukung upaya pencegahan karhutla dan penguatan kapasitas bagi satgas karhutla di daerah.

"Rata-rata dalam sehari kami mengerahkan 4 sampai 6 orang personel fire team. Namun jika kondisi api membesar, kami bisa kerahkan sampai 8 orang," ujar Government dan Relations Superintendent PetroChina Jabung, Lasno.

Personel PetroChina tersebut dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran, mesin pompa air, dan APD lengkap. Mereka tidak bekerja sendiri, melainkan bergabung dengan Satgas Karhutla gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api.

Pada tanggal 27 Agustus 2026, PetroChina telah menyerahkan 60 baliho himbauan pencegahan karhutla dan 120 set Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri atas 30 safety wearpack, 30 safety shoes, dan 30 baju kaos lapangan serta 30 topi rimba kepada BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Terbaru, Hari Rabu tanggal 23 September 2026 PetroChina kembali mengirimkan bantuan peralatan pemadaman karhutla berupa 1 unit Gorman Pump yang di serahkan ke Satgas Karhutla Provinsi Jambi yang hingga saat ini sedang melakukan pemadaman di Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Langkah PetroChina itu salah satu bukti dan komitmen nyata untuk terus berkolaborasi dan membantu pemerintah dan Masyarakat disekitar wilayah operasional. Pasalnya, kabupaten tersebut merupakan kawasan gambut yang sangat rawan dan sulit dipadamkan jika sudah terbakar.

"Hingga hari ini tim kami masih di lapangan dan terus berjibaku bersama Satgas Karhutla untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali," ujar Lasno.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...