Komitmen Sosial PEP Jambi: Budidaya Ikan Binaan Warga Kasang Lopak Alai Jadi Penghasilan Baru

Selasa, 23 Juni 2026

(Ist/onlinejambi.com)

IMG-20260623-WA0022

ONLINEJAMBI.COM – Langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat resmi disepakati di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muaro Jambi, melalui sebuah komitmen langkah bersama berbagai pihak lintas sektor bersinergi untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya ikan air tawar.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026. Program ini mengusung visi utama: Menguatkan Kolaborasi untuk Mewujudkan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Bioflok yang Mandiri, Produktif, dan Berkelanjutan.

Penandatanganan disaksikan puluhan jurnalis anggota FJM Provinsi Jambi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Sinergi strategis ini melibatkan empat pihak penting yang membubuhkan tanda tangan sebagai simbol kebersamaan, yaitu, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Pertamina EP Jambi Field, Kepala Desa Kasang Lopak Alai, dan Ketua Kelompok Budidaya Setempat.

Program pemanfaatan teknologi modern berupa sistem bioflok ini dipilih karena dinilai efektif dan efisien untuk budidaya ikan air tawar, terutama dalam keterbatasan lahan dan optimalisasi pakan. Dengan adanya dukungan penuh dari SKK Migas Sumbagsel dan Pertamina EP Jambi Field, program pemberdayaan ini diharapkan mampu menjadi pilar baru dalam mendongkrak perekonomian warga Desa Kasang Lopak Alai untuk jangka panjang.

Komitmen sosial Pertamina EP Jambi Field jadi sorotan utama Media Field tahun ini. Di sana para jurnalis diajak melihat langsung bukti nyata kawasan pendampingan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan air tawar.

Tim CID PEP Jambi, Zainul menjelaskan peta jalan pendampingan yang dilakukan sejak awal. Program dimulai dari pelatihan teknis budidaya ikan air tawar untuk kelompok masyarakat.

Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit unggul, manajemen kualitas air, pemberian pakan efisien, pencegahan penyakit, hingga teknik panen yang ramah lingkungan.

Setelah warga menguasai teknik dasar, perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana. Bantuan berupa kolam terpal, pompa air, aerator, hingga pakan awal. Pendampingan tidak berhenti di situ. Tim CID rutin turun ke lapangan untuk monitoring, evaluasi, dan memberikan solusi jika ada kendala teknis di kolam warga.

Tahap terakhir yang paling krusial adalah pendampingan pemasaran. PEP Jambi memfasilitasi kelompok binaan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memasarkan hasil panen.

Hingga 2026, kelompok binaan di Kasang Lopak Alai telah mampu memproduksi ikan air tawar dalam jumlah signifikan.

Hasil panen rutin disetor ke pasar tradisional dan juga dijadikan makanan olahan yang menembus pasar internasional. Omzet kelompok meningkat dari bulan ke bulan dan jumlah warga yang terlibat terus bertambah.

Kehadiran jurnalis dan jajaran manajemen disambut hangat Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Pawi. Di hadapan rombongan, ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kontribusi nyata Pertamina EP Jambi Field. Program korporat berkelanjutan ini benar-benar menggerakkan roda perekonomian desa sehingga berdampak langsung ke perekonomian warga.

Mewakili kelompok atas nama pemerintahan dan warga masyarakat mengucapkan terimakasih atas pembinaan yang secara sinergi. Harapannya, kelompok tani dapat terus belajar tentang pemahaman Inisiasi budidaya ikan air tawar bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan menciptakan sumber penghasilan.

Dikatakannya, siap bersaing dengan desa lain untuk ketahanan pangan di bidang budidaya ikan air tawar.

"Kami akan membuktikan dan mempertanggung jawabkan atas kepercayaan dalam bentuk sumbangan moral maupun fikiran. Kedatangan para jurnalis merupakan sebuah penghargaan dan anugerah yang tadinya desa kami tertinggal. Sejak ada program budidaya ikan dari Pertamina, banyak warga setempat kini punya penghasilan tambahan yang lebih stabil dan tidak tergantung cuaca. Harapannya ke depan desa kami lebih di kenal dan di kenang oleh masyakarat luas," ujar Pawi.

Jurnalis juga diajak eksplorasi Pojok UMKM dan kolam-kolam budidaya, sekaligus pelepasan bibit ikan lele ke kolam bioflok. Di salah satu kolam, anggota kelompok binaan menjelaskan cara membedakan ikan yang siap panen dan yang masih perlu dipelihara. Ia juga menunjukkan catatan harian kelompok yang berisi data pakan masuk, pertumbuhan ikan, dan jadwal panen. Catatan itu menjadi bukti bahwa warga kini mengelola usaha dengan cara lebih profesional.

Salah seorang anggota kelompok, warga setempat, menuturkan perubahan hidupnya setelah ikut program.

"Dulu saya cuma buruh tani, kerja tidak menentu, penghasilan pas-pasan. Sekarang saya punya penghasilan tambahan dari hasil budidaya ikan. Terima kasih Pertamina sudah dampingi kami dari nol sampai bisa mandiri seperti sekarang,” ujarnya.

Cerita serupa juga disampaikan ibu-ibu kelompok UMKM. Mereka kini mengolah ikan hasil panen menjadi produk makanan olahan abon lele dan keripik . Produk itu dijual di Pojok UMKM yang difasilitasi perusahaan. Omzet UMKM naik dan beberapa produk sudah punya label serta izin edar.

Field trip ini menjadi bukti bahwa keterbukaan informasi dan sinergi media-industri bisa berjalan beriringan. SKK Migas Sumbagsel bersama KKKS berkomitmen menjadikan kegiatan serupa agenda rutin. Tujuannya agar narasi energi nasional, khususnya kontribusi Jambi, tersampaikan dengan utuh dan akurat ke publik.

Media Field Trip bukan seremonial. Ini investasi kepercayaan. Semakin media paham kerja kami di lapangan, semakin baik pula pemberitaan yang lahir untuk masyarakat.

Dengan pengalaman langsung di Zona 1 Field Jambi dan Desa Kasang Lopak Alai, puluhan jurnalis anggota FJM Jambi kini memiliki bahan pemberitaan yang lebih kaya, berimbang, dan kontekstual. Tiga pilar utama yang diperkuat lewat kegiatan ini adalah sinergi HSSE, ketahanan energi, dan program sosial.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...