Gubernur Al Haris Ingin Pelajaran Adat Melayu Jambi jadi Muatan Lokal di Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026

(istimewa/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM -  Gubernur Jambi, Al Haris mendorong pengetahuan adat Melayu Jambi dijadikan pelajaran muatan lokal di sekolah. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya dan tetap memahami nilai-nilai adat daerahnya.

Hal itu disampaikan Al Haris saat menghadiri puncak Hari Adat Melayu Jambi 2026 yang digelar di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Selasa (16/6/2026).

Menurut Al Haris, tantangan menjaga adat semakin besar di tengah perubahan zaman. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, situasi politik global, hingga gejolak ekonomi dapat memberi dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia menilai lembaga adat harus terus hadir memberi kesejukan, menjaga persatuan, dan menjadi penuntun moral di tengah masyarakat.

“Adat harus terus kita pertahankan. Peradaban tidak pernah putus, adat pun demikian. Kita harus menjaga agar adat istiadat tetap lestari sampai selama-lamanya,” ujar Al Haris.

Al Haris meminta pelajaran dasar-dasar adat Melayu Jambi mulai disusun sebagai muatan lokal. Untuk tahap awal, pelajaran tersebut dapat diterapkan di tingkat SMA dan SMK.

Gubernur pun meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama LAM Jambi segera merumuskan bahan ajar yang sesuai. Materi pelajaran itu dapat digali dari buku-buku lama dan berbagai referensi tentang adat Melayu Jambi.

“Minimal untuk SMA dan SMK dulu. Kita harus punya muatan lokal pendidikan dasar adat Jambi. Bahannya bisa diambil dari buku-buku lama tentang adat Melayu Jambi,” ujarnya.

Selain mendorong adat masuk sekolah, Al Haris juga menyoroti pentingnya penyusunan Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi. Menurutnya, kamus tersebut penting sebagai bagian dari upaya menjaga bahasa daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

“Ini penting. Jangan sampai bahasa daerah Melayu Jambi kita belum punya kamus. Saya minta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah mengecek data lama, apakah pernah Pemda Jambi membuat Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi,” ujar Al Haris.

Sementara itu, Ketua Umum LAM Jambi, Hasan Basri Agus atau HBA, berharap LAM Jambi ke depan semakin kuat dan semakin dekat dengan generasi muda.

HBA menegaskan, adat Melayu Jambi tidak boleh hanya hidup dalam acara seremonial. Adat harus hadir di sekolah, ruang digital, kehidupan sosial, hingga dalam pembangunan daerah.

“Anak-anak muda Jambi jangan sampai kehilangan akar budaya. Adat harus menjadi perekat persatuan dan kekuatan moral dalam membangun negeri,” sebut HBA.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...