ONLINEJAMBI.COM - Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha meninjau saluran pintu air di perbatasan Kelurahan Telanai dan Kelurahan Legok, Kamis sore (26/03/2026). Peninjauan ini merupakan respon cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi atas laporan masyarakat di kawasan Danau Sipin.
Dalam kegiatan tersebut, keduanya didampingi Plh Sekda Kota Jambi, jajaran OPD terkait, camat, lurah, dan ketua RT. Fokus utama peninjauan adalah kondisi pintu air serta rencana pengembangan kawasan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan.
Maulana menegaskan, pengelolaan Danau Sipin tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Pasalnya, kewenangan tersebut terbagi antara pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga masyarakat.
“Pengelolaan Danau Sipin ini harus kolaboratif. Semua pihak punya peran, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat,” ujar Maulana.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi pengembangan pariwisata. Meski Pemkot Jambi telah memiliki aturan dengan sanksi denda hingga Rp5 juta bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan, pelanggaran masih sering ditemukan.
“Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Aturannya sudah ada, tapi implementasinya perlu dukungan bersama,” tegasnya.
Selain kebersihan, aspek keamanan dan perdamaian masyarakat (kamtibmas) juga menjadi perhatian. Melalui program Kampung Bahagia, Pemkot mendorong setiap RT untuk memasang CCTV sebagai langkah preventif terhadap potensi kriminalitas.
Dalam jangka panjang, Pemkot Jambi juga mengusulkan strategi pembangunan infrastruktur untuk mendukung kawasan tersebut, salah satunya pembangunan jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin. Rencana ini akan dimulai dari kawasan Masjid Abu Bakar As-Shiddiq menuju Pulau Pandan.
“Jika terealisasi, hal ini akan berdampak besar, tidak hanya terhadap pariwisata, tetapi juga mengurangi kemacetan, khususnya di kawasan Telanaipura,” jelasnya.
Sementara itu, pemberdayaan masyarakat juga menjadi prioritas. Pemkot akan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta memberikan pelatihan kepada generasi muda, termasuk kemampuan pelayanan wisata dan bahasa.
Terkait kondisi pintu air, Maulana mengungkapkan bahwa fasilitas penyaring sampah yang sebelumnya terpasang kini telah rusak akibat usia dan korosi. Pemerintah berencana melakukan perbaikan dalam waktu dekat.
“Dulu ada sirip penangkap sampah, sekarang sudah rusak. Akan kita bangun kembali, tapi yang paling penting tetap kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa aliran air di kawasan tersebut saling terhubung hingga ke sistem Kambang dan Kenali, sehingga pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak luas, termasuk memicu banjir.
“Kalau masih terputus setelah mati, tentu kita akan bertindak sebagai efek jera,” tegasnya.
Melalui peninjauan ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan yang bersih, aman, dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM masyarakat sekitar.(*)
Kunker Ke Perumdam Tirta Mayang, Wali Kota Dorong Respon Cepat Pengaduan Masyarakat
Kemas Faried Desak Bank 9 Jambi: Terima atau Tolak Aset dari Pemkot Jambi Senilai Rp13 M
Wali Kota Jambi Sambut Kunker Bupati Tanah Laut, Perkuat Sinergi, Tukar Inovasi Pembangunan
Pemkot Jambi dan Baznas Kucurkan Bantuan Bedah Rumah di Danau Teluk
Silaturahmi Lebaran, Gubernur Al Haris Ajak Kepala Daerah Perkuat Kekompakan
Gubernur Gelar Halal Bihalal Bersama Kepala Daerah Jambi Wilayah Barat di Bangko
Gubernur Salat Idul Fitri Bersama Warga di Islamic Center Jambi