BPS Provinsi Jambi Bekali Jurnalis dengan Literasi Statistik

Senin, 24 November 2025

(Surtan/onlinejambi.com)
ONLINEJAMBI.COM – Sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan media sangat penting dalam menyampaikan data-data. Data, yang sering dianggap hanya sebagai angka-angka kering, sebenarnya mengandung makna mendalam yang mampu menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya bangsa secara objektif.
 
"Tanpa dukungan media yang mengerti dan mampu menginterpretasi data statistik, hasil kerja BPS tidak akan optimal dalam memberikan nilai manfaat bagi masyarakat luas," ujar Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo,  yang diwakili Statistik Ahli Madya Nova Mustopa, saat membuka Workshop Literasi Statistik bagi kalangan jurnalis yang digelar BPS Provinsi Jambi, Senin (24/11/2025).
 
Workshop ini adalah wujud nyata komitmen BPS Provinsi Jambi dalam meningkatkan literasi statistik di kalangan media. Tujuannya adalah agar data yang disampaikan kepada masyarakat bukan sekadar angka tanpa konteks, melainkan sumber informasi yang memberikan gambaran nyata tentang berbagai aspek kehidupan.
 
Dengan pemahaman yang tepat, media dapat menghasilkan narasi yang lebih kuat dan kredibel, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas informasi publik.
 
Acara ini juga membuka ruang diskusi dan kolaborasi antara BPS dan jurnalis, dengan harapan terciptanya jurnalisme yang tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga benar dan berdampak positif pada pembangunan masyarakat.
 
Workshop bertema "Memahami Data Statistik" ini menghadirkan sejumlah ahli. 
 
Statistik Ahli Muda Intan Yuliana membuka sesi dengan membahas literasi statistik, yang mencakup kemampuan membaca, memahami, menginterpretasi, dan mengevaluasi informasi berbasis data secara kritis. Literasi ini juga melibatkan kemampuan komunikasi data yang baik. 
 
“Jurnalis perlu memahami konsep dasar seperti data, metadata, dan metodologi pengumpulan data yang diterapkan oleh BPS untuk mengindari kesalahan interpretasi dan penyajian informasi,” ujarnya.
 
Statistik ahli Muda Adi Permana memberikan paparan mengenai persiapan Sensus Ekonomi 2026, yang akan dimulai pada Mei tahun 2026. Sensus ini merupakan tugas besar BPS yang dilakukan setiap 10 tahun untuk menggambarkan potret usaha dan aktivitas ekonomi di Indonesia secara komprehensif. 
 
"Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilakukan setiap 10 tahun untuk mendapatkan gambaran struktur dan kondisi dunia usaha, yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi ke depan," jelas Adi.
 
Adi juga menyoroti persiapan masif yang dilakukan BPS, termasuk merekrut sekitar 190 ribu petugas sensus dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa dan dosen. 
 
Langkah ini diambil untuk memastikan data usaha yang akurat dan lengkap dapat dikumpulkan, menunjukkan keseriusan BPS dalam menjaga standar kualitas data yang dapat dipertanggungjawabkan.(*)




BERITA BERIKUTNYA
loading...