ONLINEJAMBI.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk Sekolah Dasar (SD) pada pekan lalu di Griya Mayang, Kota Jambi.
Kegiatan yang dihadiri oleh Wali Kota Jambi, Maulana dan Kepala Perwakilan Bank Indonesai Provinsi Jambi, Warsono, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi ini, juga dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SD di Kota Jambi.
Peluncuran ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai CBP Rupiah sejak dini serta menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi yang berkelanjutan.
Modul dirancang sebagai panduan pembelajaran berbasis proyek dengan tujuan menanamkan nilai cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah kepada peserta didik.
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk implementasi modul proyek di seluruh SD di Kota Jambi.
Struktur modul praktikum bagian menjadi tiga fase, yaitu: Fase A (kelas 1–2 ) untuk menumbuhkan rasa cinta rupiah melalui kegiatan mengenal, merawat, dan menjaga rupiah; Fase B (kelas 3–4) untuk membangun rasa bangga terhadap rupiah sebagai simbol pelestarian, alat pembayaran sah, dan pemersatu bangsa; serta Fase C (kelas 5–6) untuk menanamkan pemahaman dan perilaku bijak dalam menggunakan rupiah serta pentingnya menabung.
Wali Kota Jambi menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai CBP Rupiah dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap identitas bangsa.
“Kami berharap Kepala Sekolah dapat mengimplementasikan dan memanfaatkan modul praktik ini. Selanjutnya melalui implementasi modul ini, edukasi CBP Rupiah dapat memberikan dampak nyata dalam membentuk peserta didik sejak usia dini,” ujar Maulana.
Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Warsono menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Jambi, serta komitmen Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan Kota Jambi, untuk implementasi modul praktik ini di sekolah dasar.
“Melalui sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Jambi ini, selain pembentukan karakter peserta didik, internalisasi Rupiah CBP akan semakin luas dan dapat menjangkau generasi muda, sehingga dapat menjaga Rupiah yang menjadi darah bagi perekonomian negara,” jelas Warsono.
Internalisasi CBP Rupiah melalui implementasi modul praktik berbasis proyek ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam program edukasi untuk mengajak masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Jambi untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Cinta Rupiah diwujudkan dengan selalu menyayangi Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan terhubung (5J).
Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kesejahteraan bangsa. Penggunaan uang Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai peranan penting dalam menjaga kelestarian negara.
Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(*)
ICDX Sebut REC Miliki Manfaat Bagi Pembangkit Listrik EBT, Pembeli dan Pemerintah
Bank Jambi Perkuat Sinergi Samsat Regional Bersama BPKPD, Polda Jambi, dan Jasa Raharja
IOH Pertahankan Profitabilitas dan Perkuat Fondasi Bisnis di Tengah Dinamika Pasar yang Menantang
Terobosan di Balik Foldable Tertipis dan Tercanggih dari Samsung
Tri dan 1.000 Guru Foundation Buka Akses Digital di Pelosok Negeri
Galaxy Z Fold7 Lebih Tipis, Tetap Kokoh Setelah Melewati Tes Uji 500 Ribu Kali Lipatan
PHR Zona 1 Dukung Penurunan Stunting, Wujud Nyata Kepedulian Untuk Anak Indonesia