Mengunjungi Wisata Embung Bina Lestari Dalam Kegiatan Media Field Trip FJM Provinsi Jambi

Disupport PetroChina, Embung Bina Lestari Disulap Menjadi Lebih Keren

Kamis, 11 Juli 2024

(istimewa/onlinejambi.com)

Media Field Trip Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi bersama SKK Migas Sumbagsel dan KKKS Wilayah Jambi tahun ini mengunjungi Kawasan Wisata Embung Bina Lestari, Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat pada Selasa, 9 Juli 2024. Embung ini merupakan binaan KKKS PetroChina International Jabung Ltd. MUHAMMAD SURTAN, Wartawan ONLINEJAMBI.COM ikut dalam kegiatan ini. Berikut catatannya.

------------------------------------------------------------------

Penulis saat mengunjungi Embung Bina Lestari di awal tahun 2020. 

AWAL tahun 2020, Saya bersama beberapa pelaku pariwisata dari Kota Jambi, mengunjungi Embung Bina Lestari yang berlokasi di tepi jalan raya Kota Jambi menuju Kuala Tungkal, Tanjab Barat, tepaatnya Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat.

Saat itu, Saya dan beberapa rekan dibuat terkagum dengan obyek wisata yang diciptakan masyarakat setempat ini. Embung yang saat itu diberi nama Embung Desa Muntialo, dijadikan obyek wisata, tidak hanya masyarakat setempat tapi juga dari daerah lain. Lokasinya sangat mudah dijangkau, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan bus pun bisa.

Kafe yang ada saat ini. 

Lalu, Selasa, 9 Juli 2024, Saya kembali mengunjungi lokasi yang sama dalam kegiatan Media Field Trip FJM Provinsi Jambi. Ada yang beda. Embung yang sekarang lebih tertata, lebih bersih, lebih hijau, lebih keren, lebih segalanya dalam berbagai hal.

Kantin yang dulu ala kadarnya, menjelma menjadi kafe kekinian dengan menu yang jauh lebih bervariasi. Ditambah ada beberapa gazebo, toilet, dan musala. Lengkap.

Untuk permainan, wahana bebek sudah ditambah wahana air lainnya yakni water ball dan dermaga baru untuk mobilitas pengujung yang akan bermain wahana.

Irianto, salah seorang pengelola Embung Bina Lestari mengatakan embung pertama kali beroperasi pada tahun 2017. Sudah dibuka untuk umum dan dikelola desa melalui BUMdes. Namun, terhenti saat Covid-19 melanda pada Maret 2020.

“Embung kembali diaktifkan untuk umum pada 7 Juli 2022. Sebagai pengelolanya yakni Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muntialo Green yang dibentuk pada 30 September 2021,” ujar Irianto.

 

Irianto menjelaskan, Pokdarwis Muntialo Green yang beranggokan 34 orang dibentuk atas inisiasi Kepala Desa Muntialo, Muhamad Nasir atas masukan dari Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Tanjab Barat, Ade Jermawinsyah dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Barat saat itu.

“Tujuan dibentuknya Pokdarwis Muntialo Green adalah selain mengoptimalkan potensi wisata yang ada, juga bertanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan tagline JAGUAR (Jaga Lingkungan dan Alam dari Kebakaran ),” bebernya.

Irianto mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengolah limbah menjadi kompos dan memperbanyak penanaman pohon atau penghijauan.

Irianto mengatakan sejak dibentuk, Pokdarwis Muntialo Green terus bergerak mengembangkan wisata embung dengan disupport PetroChina.

“Memaksimalkan wahana bebek yang semula sudah tidak dapat dioperasionalkan, saat ini semua berfungsi dengan baik. Adanya wahana Air baru Water ball 1 unit,” ujarnya.

Lalu, pembangunan dermaga untuk mobilitas pengujung yang akan bermain wahana bebek dan water ball, pembangunan dan perbaikan fasilitas, penambahan aset peralatan dapur, perbaikan plafon dan lantai pendopo, pembangunan gerai usaha dan sekretariat, pembangunan penangkaran rusa, revitalisasi area parkir, perbaikan pagar, pembangunan 3 unit toilet, dan lainnnya.

“Untuk SDM terus digelar pelatihan untuk anggota Pokdarwis baik secara mandiri maupun oleh pemerintah atau pihak lainnya,” tandas Irianto.

Sementara kendala yang dihadapi selama ini, kata irianto, minimnya modal, cuaca ekstrim, menurunnya jumlah pengunjung karena ekonomi masyarakat yang tidak stabil, dan kurangnya wahana permainan.

Sementara itu, M. Yuda Ramdani, CSR dan Comdev Supervisor PetroChina Interational Jabung Ltd dalam paparannya menjelaskan Embung Bina Lestari merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PetroChina.  

“PPM adalah program yang dilaksanakan oleh KKKS secara sistematis dan terencana di Daerah Operasi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi sebagai langkah mitigasi sosial, ekonomi, dan budaya untuk mendukung kegiatan operasi agar berjalan baik tanpa adanya gangguan sosial, keamanan, dan lingkungan, sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan yang terencana dan strategis,” ujarnya.

PPM Embung Binas Lestari sudah dimulai sejak Agustus 2021 yang diawali dengan monitoring dan evaluasi. Dilanjutkan pendirian pokdarwis, peningkatan SDM, dan fasilitas pendukung.

“20 Maret 2023 dilakukan serah terima program dan peresmian kepada Pemkab Tanjab Barat,” ujarnya.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...