
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi Rena Novita memberikan materi terkait Pasar Modal. Surtan/Onlinejambi.com
ONLINEJAMBI.COM – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Yudha Nugraha Kurata merasa sangat terbantu oleh wartawan yang ada di Jambi. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Ngopi Kuy (Ngobrol Pintar Seputar Keuangan Yuk!) yang memberikan edukasi keuangan tentang produk Reksa Dana kepada insan pers mitra media OJK Jambi.
“Sejak saya ditugaskan sebagai kepala, banyak sekali dibantu teman-teman wartawan. Terima kasih,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Ngopi Kuy di Rumah Kito Hotel, Kota Jambi, Rabu (3/4/2024). Yudha berharap, sinergi dengan wartawan tetap berlangsung sampai kapan pun.
Sebelumnya Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi Rena Novita memaparkan terkait Pasar Modal. Dijelaskannya, produk Pasar Modal ada tiga yakni Saham, Surat utang, Reksa Dana dan Exchanged Traded Fund(ETF).
Membeli saham, kata Rena, adalah membeli kepemilikan suatu perusahaan yang saat ini ada 905 perusahaan tercatat.
“Produk Saham bersifat kepemilikan, dikelola secara mandiri, dapat diperjualbelikan, potensi keuntungan tinggi, memulai dengan biaya kecil, dan pajak final,” ujarnya.
Sedangkan berinvestasi Surat Utang artinya investor meminjamkan dana ke sebuah korporasi atau pemerintah/obligasi.
“Biasanya produk ini sebagai acuan risiko, tenor panjang, keuntungan diinformasikan di awal, dan umumnya dimulai dengan Rp1.000.000,” ujar Rena.
Sementara, berinvestasi di Reksa Dana dan ETF, artinya membeli sekumpulan Saham, Surat Uang, atau campurannya.
“Ini merupakan gabungan saham, obligasi dan pasar uang. Dikelola oleh manajer investasi, mudah didapatkan di market place, bisa dijual kapan saja, potensi keuntungan tinggi, dan bisa dimulai dengan Rp10.000,” ujarnya.
Lasmin, dari BRI reksa Dana menyampaikan ada 4 produk reksa dana, yakni Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham, dan Campuran.
Dijelaskannya, Reksa Dana Pasar Uang merupakan jenis reksa dana dengan portofolio berupa instrumen aset jangka pendek, profil risiko rendah sampai sedang, serta return rata-rata 3-4% dalam tenor 1-2 tahun. Pemilihan aset jangka pendek ini bertujuan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
“Reksa Dana Pendapatan Tetap memiliki portofolio yang sekurang-kurangnya 80% adalah efek bersifat utang seperti Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi. Reksa Dana Pendapatan tetap memiliki profil risiko yang cenderung lebih besar dibanding RDPU. Meski demikian, return rata-rata yang ditawarkan pun relatif lebih tinggi, yakni 6-7% dalam tenor 2-3 tahun,” ujarnya.
Sementara, Reksa Dana Campuran adalah jenis Reksa Dana dengan portofolio berisikan 79% untuk semua instrumen investasi. Profil risiko sedang sampai tinggi dengan return rata-rata mencapai 8-9% dalam tenor 3-5 tahun.
Lalu, Reksa Dana Saham merupakan jenis Reksa Dana dengan efek ekuitas minimal 80% dalam portofolio. Jenis Reksa Dana ini memiliki risiko dalam rentang yang relatif tinggi. Meski begitu, return rata-rata yang ditawarkan pun cenderung tinggi yakni mencapai 10-13% dalam tenor lebih dari lima tahun.(*)
SKK Migas-KKKS Akui Terbantu Adanya Sinergi dengan FJM Jambi
Langkah Pengamanan Aset, PEP Field Jambi Gelar Sosialisasi Bersama Kejati Jambi
IOH Ajak Masyarakat Rayakan Indah Ramadan Lewat Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
SK Migas - Prima Energy Dukung Peningkatan Investasi Industri Hulu Migas
IDE by Indosat Business dan Google Cloud Gelar Startup Bootcamp 2024