Refleksi 1 Tahun Al Haris - Abdullah Sani, Jambi Mantap Melalui Mantap-24

Jumat, 08 Juli 2022

Direksi Bank Jambi.
Direksi Bank Jambi. (ist/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM- Mantap yang merupakan jargon Gubernur Dr. H. Al Haris, S.Sos.,MH dan Wagub Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. disinergikan Bank Jambi melalui Program Mantap-24. Dirut Bank Jambi, Dr. H. Yunsak El Halcon, S.H.,M.Si yang akrab disapa Bang El mengungkapkan, Kredit Mantap-24 merupakan kredit untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi.

"Kredit Mantap 24 Ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM di Provinsi Jambi. Semakin berkembangnya UMKM, maka semakin meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Bang El, Rabu (06/07/2022).

Kredit Mantap-24, yang disenergikan dengan program Gubernur dan Wagub. Adalah kredit yang dapat diberikan kepada dengan kriteria berupa memiliki kelayakan usaha minimal 6 bulan, menetap ditempat tinggal terakhir minimal 2 tahun, dan merupakan sektor ekonomi prioritas. Untuk dapat menerima kredit Mantap 24 ini pun sangatlah mudah hanya dengan melengkapi persyaratan berupa KTP, KK, rekening tabungan Bank Jambi dan surat izin usaha saja, maka pemohon bisa menerima kredit ini.

"Kredit Mantap-24 memiliki rate 3 persen setahun, plafond maksimum Rp5 juta, dengan tenor maksimal samapai dengan 2 tahun dan tanpa jaminan tambahan," ujarnya.

Dikatakannya, untuk tahun 2022 ini Bank Jambi telah menyiapkan sebesar Rp400 miliar kepada UMKM, dengan perincian Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 miliar dan Kredit Anti Rentenir (KAR) dan Kredit Mantap 24 Rp100 miliar.

Pemberdayaan UMKM di Provinsi Jambi pun terus dilakukan, salah satu terobosan yang akan dilakukannya yakni dengan adanya digital market atau disebut e-Market. Melalui e-market ini,  UMKM dapat berkembang lebih pesat dengan memperluas pasar sehingga mendorong peningkatan produksinya. Selain itu dirinya juga berharap agar Pemerintah membeli produk UMKM lokal. 

“Seharusnya produk UMKM dibeli oleh pemerintah daerah, karena kebijakan pusat yang baru bahwa pemerintah daerah diharuskan membeli produk lokal sebesar 40 persen dari APBD yang diberikan,” jelasnya.

Bahkan Bank Jambi siap memfasilitasi segala upaya yang dilakukan guna meningkatkan kapasitas UMKM. Misalnya menyiapkan katalog, dimana UMKM naik kelas bisa masuk dan memasarkan produk pada katalog di e-market tersebut.

“Jika hal ini dijalankan maka akan terjadi peningkatan daya beli masyarakat Jambi. Jambi seharusnya dapat menjalankan hal ini, terlebih produk UMKM masyarakat Jambi akan dijual kepasar internasional, maka banyak dampak positif yang akan diperoleh, selain bagi pelaku UMKM tapi juga bagi pemerintah daerah hingga pemerintah pusat,” jelasnya.

“Nantinya setelah UMKM naik kelas yang awalnya menerima Kedit Mantap 24 dengan plafond sampai dengan Rp. 5 Jt, pelaku usaha UMKM dapat kembali mengajukan pinjaman Kredit Anti Rentenir (KAR) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kami meminta agar pelaku usaha UMKM dapat menggunakan KUR dengan maksimal sehingga mendorong UMKM dapat naik kelas sehingga dapat mapan kedepannya,” paparnya.

Bang El menambahkan, KAR (Kredit Anti Rentenir) adalah untuk menjauhkan pelaku UMKM di Jambi dari praktek rentenir, sehingga diharapkan UMKM semakin berkembang.

"Produk anti rentenir ini disingkat KAR diperuntukkan untuk UMKM yang telah memperoleh pinjaman KUR namun masih membutuhkan modal kerja untuk usahanya," ujarnya.

Produk tersebut bunganya sangatlah ringan yakni hanya 6 persen. Dengan bunga ringan tersebut makan tidak akan membebani pelaku UMKM, dan nantinya UMKM pun akan berkembang.

"Kalau pinjam ke rentenir bunganya besar, dan tentu berdampak terhadap pengembangan UMKM," terangnya.

Dikatakannya, produk tersebut bunganya sangatlah ringan yakni hanya 6 persen per tahun atau 0,5 persen perbulannya. Dengan bunga ringan tersebut maka tidak akan membebani pelaku UMKM, dan nantinya UMKM pun akan terus berkembang.

"Kalau pinjam ke rentenir bunganya besar, dan tentu berdampak terhadap pengembangan UMKM karena bertambahnya beban usaha," terangnya.

Dikatakannya, KAR yang dijalankan oleh Bank Jambi ini adalah bagian dari program kredit atau pembiayaan melawan rentenir, yang diluncurkan OJK  di masing-masing Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD)."Melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK, red) yang diberikan kepada pelaku UMKM dengan proses cepat, mudah dan biaya ringan," jelasnya. 

Dia menambahkan, KAR ini diberikan kepada pelaku UMKM yang telah naik kelas. Mengingat produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) diberikan saat debitur tidak memiliki fasilitas kredit produktif lainnya, sedangkan KAR dapat diberikan kepada pelaku UMKM yang sedang menikmati kredit produktif lainnya sesuai kebutuhan serta kemampuan bayarnya, Sehingga dengan Kredit anti rentenir (KAR) Bank Jambi menjadi solusi bagi UMKM yang ingin  meningkatkan usahanya dengan tambahan pembiayaan.

"KUR hanya diberikan pada pelaku UMKM yang belum memiliki fasilitas kredit produktif, sedangkan KAR dapat diberikan kepada pelaku UMKM yang telah memiliki fasilitas kredit produktif lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayarnya. Sehingga pengembangan usaha pelaku UMKM  terus meningkat dan dapat terus naik kelas ke tahapan yang semakin mapan," katanya.

Diharapkannya, kepada pelaku UMKM yang ingin kembali menambah modal usaha dapat menikmati fasilitas pembiayaan KAR dan menghindari peminjaman melalui rentenir.

"Jangan ke rentenir, mau tambahan modal lagi setelah pinjam KUR silahkan ajukan ke KAR," urainya.

Program Mantap-24, lanjutnya disenergikan dengan program Gubernur dan Wagub. Untuk karakteristik program ini berupa memiliki kelayakan usaha minimal 6 bulan, menetap minimal 2 tahun, dan merupakan sektor ekonomi prioritas. Dalam mendapatkan program ini pun sangatlah mudah hanya dengan melengkapi persyaratan berupa KTP, KK, rekening dan surat izin usaha saja, maka pemohon bisa menikmati program ini.

"Kredit Mantap-24 memiliki rate 3 persen, plafond maksimum Rp. 5 juta, dengan tenor maksimal 2 tahun dan tanpa jaminan," tandasnya.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...