Kenali Fakta Narkoba dan Jadilah Musuh Baginya

Kamis, 08 Juli 2021

()

Definisi Narkoba

Narkoba adalah sejenis obat-obatan terlarang yang jika dikonsumsi oleh penggunanya akan menyebabkan kecanduan. Di era sekarang ini Narkoba sudah banyak menjadikan remaja sebagai korbannya. Dalam dunia medis Narkoba digunakan untuk pengobatan tetapi sesuai dengan takaran dosis nya. Hanya saja saat ini Narkoba banyak disalahgunakan karena tidak sesuai dengan aturan medis.

Jenis-jenis Narkoba

-Opium

Getah berwarna putih yang keluar dari kotak biji tanaman papaper sammi vervum yang kemudian membeku, dan mengering berwarna hitam cokelat dan diolah menjadi candu mentah atau candu kasar.

-Morpin

Morphine dalam dunia pengobatan digunakan untuk bahan obat penenang dan obat untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri, yang bahan bakunya berasal dari candu atau opium.

-Ganja

Diistilahkan dengan marihuana (marijuana), yang berarti memabukkan atau meracuni pohon ganja termasuk tumbuhan liar, yang dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis disesuaikan dengan musim dan iklim daerah setempat.

-Cocaine

Merupakan tumbuh yang dapat dijadikan obat perangsang, kebanyakan cocaine tumbuh di Amerika Selatan, Ceylon, India, dan Jawa.

-Heroin

Tidak seperti morphine yang masih mempunyai nilai medis, heroin yang masih berasal dari candu, setelah melalui proses kimia. yang sangat cermat dan mempunyai kemampuan yang jauh lebih keras dari morphine.

-Shabu-shabu

Berbentuk seperti kristal kecil berwarna putih, tidak berbau, serta mudah larut dalam air alkohol. Pemakaiannya segera akan aktif, banyak ide, tidak merasa lelah meski sudah bekerja lama, tidak merasa lapar, dan memiliki rasa percaya diri yang besar.

-Ekstasi

Zat atau bahan yang tidak termasuk kategori narkotika atau alkohol, dan merupakan jenis zat adiktif yang tergolong simultansia (perangsang).

-Putaw

Merupakan minumam khas Cina yang mengandung alkohol dan sejenis heroin yang serumpun dengan ganja. Pemakaiannya dengan mengisap melalui hidung atau mulut, dan menyuntikkan ke pembuluh darah.

-Alkohol

Termasuk dalam zat adiktif, yang menyebabkan ketagihan dan ketergantungan, sehingga dapat menyebabkan keracunan atau mabuk.

-Sedativa/Hipnotika

Di dunia kedokteran terdapat jenis obat yang berkhasiat sebagai obat penenang, dan golongan ini termasuk psikotropika golongan IV.

Dampak yang Timbul pada Penyalahguna

Narkoba dampaknya sangat besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional. Syaraf pusat akan terganggu sehingga mengakibatkan kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran dan kerusakan syaraf tepi.

Dampak terhadap fisik

-Sipemakai Napza dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan menjadi sakit sebagai akibat langsung adanya napza dalam darah misalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, otak, jantung, usus dan sebagainya.

-Kerusakan jaringan pada organ tubuh akan merusak fungsi organ tubuh sehingga berbagai penyakit akan timbul

Dampak terhadap mental dan moral

-Pemakai Napza berubah menjadi tertutup karena malu akan dirinya, takut mati, atau takut perbuatannya diketahui karena menyadari buruknya perbuatan yang ia lakukan, pemakai menjadi pemalu, rendah diri dan sering merasa sebagai pecundang, tidak berguna dan sampah masyarakat.

-Adanya 3 sifat NAPZA, pemakai Narkoba berubah menjadi orang yang egois, paranoid (selalu curiga dan bermusuhan), jahat (psikosis) bahkan tidak peduli terhadap orang lain (Asosial).

-Karena tuntutan kebutuhan sangat banyak pemakai Narkoba yang mental dan moralnya rusak, banyak yang terjebak menjadi pelacur, penipu, penjahat bahkan pembunuh.

-Ditunjang oleh kondisi fisik yang semakin buruk dan lemah, pemakai Napza akan berubah menjadi pemalas, karena malas ia tidak berkembang dan menjadi bodoh, karena bodoh dan boros menjadi miskin, orang miskin yang mempunyai kebutuhan mahal akan berubah menjadi jahat.

Dampak terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa

-Masalah psikologi             

Bila seorang anggota keluarga terkena Narkoba/napza, pelbagai masalah akan muncul dalam keluarga. Mula-mula yang timbul adalah masalah psikologis yaitu gangguan keharmonisan rumah tangga karena muncul rasa malu pada diri ayah, ibu dan saudara-saudaranya kepada tetangga dan masyarakat.

-Masalah ekonomi/keuangan

Masalah psikologi meningkat menjadi masalah ekonomi, banyak uang yang terbuang untuk berobat dalam jangka  waktu lama. Banyak uang atau barang yang hilang karena dicuri atau dijual oleh pemakai untuk membeli Narkoba.

-Masalah kekerasan dan kriminalitas

Masalah ekonomi akan meningkat lagi menjadi kekerasan dalam rumah tangga (keluarga) misalnya perkelahian, pemaksaan, penganiayaan, bahkan pembunuhan sesama  anggota keluarga kejahatan akan menyebar ke tetangga lalu ke masyarakat luas.

Penyakit yang akan Terjangkit Akibat Pemakaian Narkoba

Penyakit berbahaya sebagai akibat dari penyalahgunaan Narkoba/napza dibedakan atas 3 kelompok :

1.Penyakit langsung karena narkoba

Penyakit ini adalah penyakit akibat kerusakan organ tubuh karena sel-selnya di rusak oleh narkoba, seperti :

-Kerusakan pada otak  akan mengganggu fungsi otak, bentuknya tergantung dari sel dan bagian otak yang dirusak. Penyakit ini bisa berupa stroke, cacat mental maupun moral

-Kerusakan pada hati akibatnya dapat menurunkan daya tahan tubuh karena gangguan netralisasi racun (fungsi detoksifikasi) dan gangguan metabolism

-Kerusakan pada ginjal  sehingga merusak fungsi ginjal sebagai penyaring zat-zat yang tidak berguna didalam darah untuk dibuang.                                                             

-Kerusakan pada jantung sehingga merusak sel-sel pada jantung atau pembuluh darah jantung, dampaknya sering terjadi serangan jantung koroner, penyempitan pembuluh darah jantung, iskemia atau infark.

2.Penyakit akibat infeksi karena cara pemakaian narkoba

-HIV/AIDS melalaui pemakaian jarum suntik bersama dan hubungan seks pemakai narkoba lebih senang menggunakan alat suntik bersama-sama sebab mereka menganggap :

*Lebih terasa nikmat karena terkesan setia kawan                          

*Lebih menghemat narkoba karena tertinggal sedikit di satu jarum

-Hepatitis

Ada 8 jenis hepatitis atau radang hati yang disebabkan oleh virus. Dari delapan jenis tersebut yang paling banyak menular di lingkungan penyalahgunaan narkoba adalah hepatitis B dan C. Penyakit hepatitis B biasanya berawal dari kondisi yang disebut carrier yaitu orang yang mengidap virus hepatitis B tetapi tidak merasa sakit, tidak tampak sakit dan tidak memperlihatkan gejala hepatitis B, hanya darahnya yang mengandung virus hepatitis B dan menunjukkan HBSAg positif dalam uji laboratorium.                

-Sifilis                                                   

Sifilis sering menular diantara pemakai narkoba karena kedekatan hubungan pribadi satu pemakai dengan yang lain sehingga kemungkinan untuk melakukan ciuman dan hubungan intim. Sifilis disebabkan oleh kuman berbentuk spiral bernama Triponema Pallidium. Penderita sifilis dapat menyebabkan tumbuhnya koreng dimuka, mulut, hidung, leher, kemaluan dan menimbulkan kebutaan bahkan kegilaan.

3.Penyakit sebagai akibat tidak langsung dari pemakaian Narkoba

Karena kondisi fisik yang memburuk (tubuh lemah dan kehilangan kemampuan untuk menangkal penyakit) sehingga pemakai narkoba akan menjadi orang yang mudah terkena penyakit dan sering jatuh sakit dan cepat meninggal. Pemakai narkoba biasanya tidak berumur panjang.

Cara Penanggulangan Masalah Narkoba

Ada 5 bentuk penanggulangan masalah narkoba yaitu  :

1.Promotif

Promotif disebut juga program preemtif atau program pembinaan Program ini ditujukan kepada masyarakat yang belum memakai narkoba atau bahkan belum mengenal narkoba. Prinsipnya meningkatkan peranan atau kegiatan agar kelompok ini secara nyata lebih sejahtera sehingga tidak pernah berpikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai narkoba

Bentuk programnya pelatihan, dialog interaktif dll pada kelompok belajar, kelompok olah raga, seni budaya, atau kelompok usaha (tani, dagang, bengkel, koperasi, kerajinan dll)

2.Prefentif

Prefentif disebut juga program pencegahan. Program ini ditujukan kepada masyarakat sehat yang belum mengenal narkoba agar mengetahui seluk beluk narkoba sehingga tidak tertarik untuk menyalahgunakannya. selain dilakukan oleh pemerintah (instansi terkait), program ini juga sangat efektif jika dibantu oleh instansi dan institusi lain, termasuk lembaga professional terkait,lembaga masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Bentuk kegiatan :

a.Kampanye

b.Penyuluhan seluk beluk narkoba

c.Pendidikan dan pelatihan kelompok sebaya (peer group)

d.Upaya mengawasi dan mengendalikan produksi dan distribusi narkoba di masyarakat

3.Kuratif

Program kuratif tujuannya adalah mengobati ketergantungan dan menyembuhkan penyakit sebagai akibat dari pemakaian Narkoba, sekaligus menghentikan pemakaian Narkoba. Tidak sembarang orang boleh mengobati pemakai Narkoba. Pemakaian Narkoba sering diikuti oleh masuknya penyakit-penyakit berbahaya serta gangguan mental dan moral. Pengobatannya harus dilakukan oleh dokter yang mempelajari Narkoba secara khusus.

4.Rehabilitatif

Rehabilitatif adalah upaya pemulihan kesehatan jiwa dan raga yang ditujukan kepada pemakai Narkoba yang sudah menjalani program kuratif. Tujuannya agar ia tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit ikutan yang disebabkan oleh bekas pemakaian Narkoba. Banyak masyarakat yang membuka usaha rehabilitasi korban Narkoba dengan membuka pemondokan bagi penderita dan memberikan bimbingan hidup berupa praktik keagamaan dan atau kegiatan-kegiatan produktif, usaha ini sangat membantu pemerintah, karena pusat rehabilitasi pemerintah sangat terbatas.

Keberhasilan rehabilitasi tergantung pada:

-Profesionalisme lembaga rehabilitasi (SDM, sarana, dan prasarana)

-Kesadaran dan kesungguhan penderita

-Dukungan atau kerja sama antara penderita, lembaga dan keluarga penderita.

Masalah yang paling mendasar dan sulit penanganan Narkoba adalah mencegah datangnya kambuh setelah menjalani pengobatan, satu-satunya cara yang dianggap efektif untuk mencegah datangnya kambuh saat ini adalah dengan rehabilitasi fisik dan mental.

5.Represif.

Refresif adalah program penindakan terhadap produsen, bandar, pengedar, dan pemakai berdasarkan hukum. Program ini merupakan program instansi yang berkewajiban untuk mengawasi dan mengendalikan produksi maupun distribusi semua zat yang tergolong narkoba. Selain mengendalikan produksi dan distribusi, program represif berupa penindakan juga dilakukan terhadap pemakai sebagai pelanggar undang – undang tentang narkoba.

Peranan masyarakat adalah melaporkan adanya kegiatan yang dicurigai dan tidak boleh melakukan tindakan hukum (main hakim sendiri).

Untuk memudahkan partisipasi masyarakat seharusnya polisi memasang pengumuman berisi ajakan kepada masyarakat untuk melaporkan adanya pelanggaran hukum, cantumkan juga nomor telepon kantor polisi setempat yang dapat menampung laporan masyarakat.

Pemerintah harus memberi petunjuk  yang jelas melalui TV, radio, maupun brosur-brosur tentang cara berpartisipasi yang tepat.

Peran Orangtua dan Keluarga

Keberhasilan anggota keluarga dalam memberikan dukungan sosial kepada penyalahguna Narkoba untuk berhenti menyalahgunakan Narkoba adalah dengan memberikan pengawasan terhadap penyalahguna Narkoba.

Dukungan sosial juga dapat dilakukan dengan menjaga intensitas hubungan dengan obat penyalahguna. Jika tindakan ini bisa dilakukan, obat pelaku akan merasakan perhatian dan perlindungan. Kemampuan dan fungsi keluarga dalam membantu pengendalian diri Narkoba pelakunya berbeda-beda tergantung bagaimana keluarga menanggapi penyalahguna narkoba. Peran keluarga sangat penting untuk membantu keberhasilan pemulihan penyalahguna narkoba.(*)

*Afifah Syofyan (1804091) adalah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...