Penyebab Banyak Remaja Memakai Narkoba dan Cara Penanggulangannya

Senin, 05 Juli 2021

(ist/onlinejambi.com)

APA itu Narkoba? Narkoba adalah zat atau obat, baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa Narkoba merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum.

Mengapa banyak remaja yang menggunakan Narkoba? Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena Narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali.

Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan Narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna Narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.

Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan Narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian Narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan Narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

Dampak Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Dampak Fisik :

1.Gangguan pada sistem saraf (neorologis) : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.

2.Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.

3.Gangguan pada kulit (dermatologis) : penanahan, bekas suntikan dan alergi.

4.Gangguan pada paru-paru (pulmoner) : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.

5.Dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis :

Berpikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang di inginkan, ketergantungan / selalu membutuhkan obat.

Dampak sosial dan ekonomi :

Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & hukum.

Ciri-ciri penyalahguna Narkoba :

1.Perubahan fisik dan lingkungan sehar-hari : jalan sempoyongan, penampilan dungu, bicara tidak jelas, mata merah, kurus, dan nyeri tulang.

2.Perubahan psikologis : gelisah, bingung, apatis, suka menghayal, dan linglung.

3.Perubahan pwrilaku sosial :menghindari kontak mata langsung, suka melawan, mudah tersinggung, ditemukan obat-obatan, jarum suntik dalam kamar/ tas, suka berbohong, suka bolos sekolah, malas belajar, dan suka mengurung diri di kamar.

Dari sudut individu, penyalahgunaan Narkoba harus dipahami dari masalah perilaku yang kompleks, yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Lingkungan berbicara tentang keluarga, kelompok sebaya, kehidupan sekolah, dan masyarakat.

Dari ketiganya, yang terpenting adalah faktor individu. Seorang harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh mempersalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan atas pertimbangan mengenai apa yang baik dan buruk.

Ada lima faktor utama seorang menjadi rawan terhadap Narkoba yaitu :

1.Keyakinan Adiktif

Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitar. Semua keyakinan itu menentukan kepribadian, dan perilakunya sehari-hari. Beberapa keyakinan adiktif adalah harus sempurna, harus menguasai dan mengendalikan orang lain, harus memperoleh apa yang diinginkannya. Keyakinaan itu umumnya tidak disadari, seseorang tidak akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain.

2.Kepribadian Adiktif

Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah teropsesi pada diri sendiri, kurangnya jati diri, hidup tanpa tujuan, depresi yang tersembunyi, tidak mampu mengatasi masalah dan kebutuhan pemuasan segera.

3.Ketidakmampuan Menghadapi Masalah

Seorang yang tinggal dalam keluarga dan masyarakat adiktif, memiliki sedikit sekali orang-orang yang dapat menjadi teladan tentang bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan benar. Sebaliknya kebanyakan orang lebih suka mencari penyelesaian masalah saat itu juga yang langsung dapat memuaskan keinginannya.

4.Tidak Terpenuhinya Kebutuhan Emosional

Tidak terpenuhinya Kebutuhan yang seharusnya seorang terima yaitu, rasa aman, tujuan hidup, serta kegembiraan.Hal ini masih pula ditambah ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman pada adiksi.

5.Kurangnya Dukungan Sosial

Tanpa adanya dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah menyebabkan mencari penyelesaian pada Narkoba.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan Narkoba, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan.

Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan Narkoba diantaranya yaitu:

1.Faktor Kepribadian

Beberapa hal yang termasuk di dalam faktor pribadi adalah genetik, bilogis, personal, kesehatan, dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menetukan sorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba.

a.Kurangnya Pengendalian Diri

Orang yang coba-coba menyalahgunakan Narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang Narkoba, bahaya yang ditimbulkan, serta aturan hukum yang melarang penyalahgunaan Narkoba.

b.Konflik Individu/Emosi

Yang belum stabil orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Bagi individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung menggunakan Narkoba, karena berpikir keliru bahwa cemas yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat dikurangi dengan mengkonsumsi Narkoba.

c.Terbiasa Hidup Senang/Mewah

Orang yang terbiasa hidup mewah kerap berupaya mengindari permasalahan yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga akan memilih cara-cara yang simpel yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan Narkoba yang dapat memberikan rasa euporia secara berlebihan.

2.Faktor Keluarga

a.Kurangnya kontrol keluarga

Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga. Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian di luar, biasanya mereka juga mencari kesibukan bersama teman-temannya.

b.Kurangnya penerapan disiplin dan tanggung jawab

Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimula dari keluarga yang brokenhome, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab kepada anak akan mengurangi risiko anak terjebak ke dalam penyalahgunaan Narkoba. Anak yang mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya, orang tua, dan masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mencoba-coba menggunakan Narkoba.

3.Faktor Lingkungan

a.Masyarakat Yang Individualis

Lingkungan yang individualistik dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya. Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang peduli dengan penyalahgunaan Narkoba yang semakin meluas di kalangan remaja dan anak-anak.

b.Pengaruh Teman Sebaya

Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan Narkoba. Hal ini disebabkan antara lain karena menjadi syarat kemudajan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antarsesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi Narkoba.

4.Faktor Pendidikan

Pendidikan akan bahaya penyalahgunaan Narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye anti penyalahgunaan Narkoba. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh siswa-siswi akan bahaya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

5.Faktor Masyarakat dan Komunitas Sosial

Faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja antara lain hilangnya nilai-nilai dalam sebuah keluarga dan sebuah hubungan, hilangnya perhatian dengan komunitas, dan susahnya berdaptasi dengan baik (bisa dikatakan merasa seperti alien, diasingkan)

6.Faktor Populasi Yang Rentan

Remaja masa kini hidup dalam sebuah lingkaran besar, dimana sebagian remaja berada dalam lingkungan yang berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan Narkoba. Banyak remaja mulai mencoba-coba Narkoba, seperti amphetamine-type stimulants (termasuk di dalamnya alkohol, tembakau, dan obat-obatan yang diminum tanpa resep atau petunjuk dari dokter, serta obat psikoaktif ) sehingga menimbulkan berbagai macam masalah pada akhirnya.

Akibat penyalahgunaan Narkoba bagi pelajar yakni:

1.Bagi Diri Sendiri

Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja :

-Daya ingat sehingga mudah lupa

-Perhatian sehingga sulit berkonsentrasi

-Persepsi sehingga memberi perasaan semu.

2.Keracunan, yaitu timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup, berpengaruh pada tubuh dan perilakunya.

3.Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti pakai, lalu memakai lagi dengan dosis yang dahulu digunakan. Overdosis dapat menyebabkan kematian karena terhentinya pernapasan atau peredaran otak.

4.Gejala putus zat, yaitu gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan pemakaianya.

5.Berulang kali kambuh, yaitu ketergantungan menyebabkan craving (rasa rindu pada narkoba) walaupun telah berhenti pakai. Itulah sebabnya pecandu akan berulang kali kambuh.

6.Gangguan perilaku, yaitu sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, serta hubungan dengan keluarga terganggu. Terjadi perubahan mental, gangguan pemusatan perhatian, motivasi belajar lemah.

7.Gangguan kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti, hati, jantung, paru-paru, ginjal, dan lai-lain.

8.Kendornya nilai-nilai, yaitu mengendornya nilai-nilai kehidupan agama, sosial-budaya, seperti seks bebas dengan akibat (penyakit kelamin, kehamilan tak diinginkan). Sopan santun hilang. Ia menjadi asocial, mementingkan diri sendiri, dan tidak mempedulikan kepentingan orang lain.

9.Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlibat hutang, karena berusaha memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Ia mencuri uang atau menjual barang-barang milik pribadi atau keluarga. Jika masih sekolah, uang sekolah digunakan untuk membeli narkoba, sehingga terancam putus sekolah, dan ditahan polisi atau bahkan dipenjara.

Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh bangsa dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi dalam menanggulangi Narkoba di negara kita ini sebagai berikut:

Mencegah penyalahgunaan Narkoba dengan meningkatkan kapasitas pada bidang terkait, meningkatkan kualitas seorang aparat, menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat melalui lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. (Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja).

Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati” menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, dengan usaha kegiatan dan menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, perilaku dan hidup sehat tanpa narkoba.

Strategi Nasional Usaha Promotif

Usaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan dan pengembangan lingkungan masyarakat bebas Narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif.

Strategi nasional untuk komunikasi, informasi dan pendidikan pencegahan.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda (anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa). Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remaja/pemuda lainnya. Oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7  jalur yaitu :

1.Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya.

2.Pendidikan, sekolah maupun luar sekolahdengan kelompok sasaran guru, tenaga pendidikan dan peserta didik. warga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler.

3.Lembaga keagamaan, dengan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya.

4.Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remaja, pemuda, dan masyarakat.

5.Organisasi Wilayah Pemukiman (LKMD, RT,RW), dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat.

6.Unit- unit kerja, dengan sasaran pimpinan, karyawan, dan keluarganya.

7.Mass Media baik elektronik, cetak dan media interpersonal (Talk show dan dialog interaktif), dengan sasaran luas maupun individu.(*)

Sumber : https://lampungselatankab.bnn.go.id/penyebab-dan-dampak-penyalahgunaan-narkoba-di-kalangan-remaja/

*M. ROZA SAPUTRA (1804035) adalah mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia.

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...