HARI ini, 9 Februari 2021 diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini semua kegiatan dilakukan secara virtual akibat pandemi Covid-19. Termasuk puncak peringatan hari ini. Namun, semua berkomitmen untuk tidak mengurangi makna dari peringatan HPN itu sendiri.
Sejatinya sejuta Pekerjaan Rumah (PR) belum terselesaikan dan bisa saja akan bertambah kalau kita selalu abai dengan apa yang terjadi di depan mata.
Lihat saja, masih banyak gerombolan wartawan berkeliaran mencari mangsa. Profesi wartawan hanya dijadikan kedok untuk menyalurkan hasrat untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan seseorang yang berlabel wartawan.
Lalu, tidak sedikit konflik yang terjadi antara wartawan dengan narasumber. Wartawannya yang tidak mematuhi kode etik atau memang si narasumber yang tidak memahami kerja wartawan.
Belum lagi, kualitas tulisan yang dibuat oleh wartawan. Malu juga kerap mendengar ada yang berkomentar, tulisan wartawan sekarang abai sekali dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Di Hari Pers ini, sudah saatnya sama-sama berkaca, sama-sama introspeksi diri. Kembalikan niat awal menjadi seorang wartawan. Niat awal sangat menentukan langkah selanjutnya.
Organisasi wartawan sebagai organisasi profesi juga sudah seharusnya memainkan perannya untuk mencetak wartawan profesional. Perbanyak kegiatan yang membuat kualitas wartawan terus meningkat. Jangan terjebak dengan rutinitas yang itu-itu saja.
Sudah saatnya semua peduli dengan nasib wartawan. Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Selamat Hari Pers untuk semua yang berprofesi sebagai wartawan.(*)
*Penulis merupakan Pemimpin Redaksi Onlinejambi.com dan Ketua PWI Kabupaten Batanghari.