BRG Manfaatkan Teknologi Pemantau Digital Hadapi Karhutla 2020

Kamis, 16 Juli 2020

(ist/onlinejambi.com)

ONLINEJAMBI.COM - Dalam rangka persiapan menghadapi puncak musim kemarau 2020 dan potensi kebakaran hutan-lahan (Karhutla), Badan Restorasi Gambut (BRG) mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Gambut digital Tingkat Provinsi Jambi pada Rabu (8/7) lalu dengan mengundang Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, BPBD Provinsi Jambi, dan Bappeda Provinsi Jambi sebagai pembicara.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, Danrem 042/Gapu Jambi Brigjen TNI M. Zulkifli, Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten, Tim Restorasi Gambut Daerah, Kementerian/Lembaga terkait, organisasi non-pemerintah, perusahaan, dan akademisi.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyampaikan informasi kebijakan dan kegiatan restorasi ekosistem gambut yang telah dilakukan BRG.

BRG yang dibentuk untuk melakukan tugas koordinasi dan fasilitasi restorasi gambut akan terus fokus dalam usaha pembasahan ekosistem gambut dan pendampingan masyarakat.

Pembasahan ekosistem gambut dengan pembangunan IPG (infrastruktur pembasahan gambut) merupakan upaya awal pencegahan kebakaran. Namun demikian, seluruh pihak perlu tetap waspada karena kekeringan dan penurunan tinggi muka air yang berpotensi menyebabkan karhutla sangat mungkin terjadi. Kerusakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kembali pada kondisi semula.

Selain pemanfaatan IPG, BRG melalui Tugas Pembantuan (TP) yang di Provinsi Jambi dilakukan oleh Dinas Kehutanan menyewa 2 alat CCTV Asap Digital yang dari Telkom yang berfungsi untuk pengawasan karhutla dan pendeteksian titik koordinat dari titik api (hotspot) yang muncul.

CCTV Asap Digital ini bisa melakukan zoom hingga 36 kali untuk memastikan jangkauan pengawasan yang luas. 2 alat CCTV Asap Digital BRG terpasang di  Tahura OKH Kab. Muaro Jambi dan HLG Londerang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Informasi yang didapat dari CCTV asap digital nantinya akan dilaporkan kepada Kepolisian Daerah Jambi sebagai Satgas Karhutla.

Berdasarkan alat pemantau tinggi muka air SIPALAGA yang dibentuk hasil kerjasama BRG dengan BPPT, mencatat terjadi penurunan tinggi muka air di dua KHG restorasi gambut yaitu KHG Sungai Baung – Betara dan KHG Sungai Mendahara – Batanghari pada Juni 2020.

KHG sungai Baung – Betara memiliki nilai rataan TMA yang sedikit lebih rendah, yaitu -0.17m sementara KHG Sungai Mendahara – Batanghari memiliki nilai rataan TMA sebesar -0.16m. Kedua KHG terpantau di Provinsi Jambi masih memiliki nilai rataan tinggi muka air di atas -0,4m sepanjang bulan Juni atau berada pada status siaga.

Namun, BRG mengimbau bahwa status siaga ini perlu untuk terus diwaspadai. BMKG dalam laporannya menyatakan bahwa curah hujan di dua KHG ini berada di status rendah dan menengah selama bulan Juli.

Curah  hujan dasarian per 1 Juli 2020 di KHG Sungai Baung- Betara adalah 20 – 50 mm atau rendah, sedangkan di KHG Sungai Mendahara-Batanghari adalah 20 – 75 mm atau rendah hingga menengah.

Untuk mengantisipasi turunnya tinggi muka air gambut, BRG melalui TP bekerja sama dengan Polda Jambi, kelompok masyarakat BRG yang juga anggota MPA, berencana melakukan operasi pembasahan ekosistem gambut (OPG) dalam waktu dekat. OPG dilakukan mengacu kepada data TMA yang perpantau melalui SIPALAGA dan memanfaatkan Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) yang dibangun sejak 2017.

Tercatat sejak 2017 hingga 2019, sudah ada 1.192 IPG yang dibangun oleh BRG bersama mitra di Provinsi Jambi, terdiri dari 589 unit sumur bor dan 603 sekat kanal. Infrastruktur ini diharapkan dapat membantu menjaga tingkat kebasahan sekitar 86,165 hektare lahan gambut yang ada di luar areal konsesi.

Sedangkan target restorasi pada area konsesi perkebunan seluas 38.953, 65 hektar dengan realisasi pelaksanaan mencapai 38.019,96 hektar atau dengan persentase capaian 97,60%.(*)





BERITA BERIKUTNYA
loading...