JoomlaLock.com All4Share.net

swiss

Mengapa Susu Basi?

SUSU menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumi. Rasanya yang lezat dan mengandung gizi yang baik, banyak digemari oleh beragam usia.

Selain itu, susu juga memiliki berbagai jenis olahan, seperti susu UHT (Ultra High Temperature), susu pasteurisasi, susu konsentrat atau biasa dikenal sebagai SKM (Susu Kental Manis), dan susu bubuk.

Mungkin sebagian konsumen sering membeli susu cair dalam kemasan, dan tentunya tidak semua konsumen langsung menghabiskan isinya setelah dibuka.

Contoh kasusnya seperti:

“Seorang anak kos membeli susu cair dalam kemasan ukuran 1 Liter. Ia meminumnya hanya 1 gelas kecil sehari. Karena ia tinggal sendirian, maka susu tersebut masih banyak sisa. Ia pun menyimpannya di lemari pendingin. Namun pada hari kelima susu terasa asam dan berlendir.”

Untuk diketahui, susu terasa asam dan berlendir merupakan salah satu ciri dari susu telah basi. Padahal susu disimpan di lemari pendingin, namun susu tetap basi. Mengapa demikian?

Berikut ulasan mengenai susu basi:

1.Hampir semua komponen pada susu adalah nutrisi yang disenangi mikroba untuk tumbuh.

2.Bakteri yang terdapat pada susu berasal dari sapi dan lingkungannya.

3.Susu memiliki kadar air dan protein yang tinggi sehingga memungkinkan mikroba tumbuh.

Kerusakan susu juga dapat disebabkan oleh:

1.Produksi asam oleh beberapa spesies bakteri dan kamir.

2.Busa atau buih yang terbentuk di permukaan susu.

3.Terbentuknya basa yang diinisiasi oleh bakteri, misal bakteri yang membentuk amonia dari urea.

Tanda bahwa susu telah basi:

1.Timbulnya off-flavor atau bau dan rasa susu yang tidak diinginkan berupa asam atau timbulnya rasa pahit.

2.Terdapat lendir atau susu terlihat mengental.

3.Terjadinya perubahan warna.

4.Adanya endapan dan tekstur yang menggumpal.

Sebagai penutup, sebelum membeli produk harap membaca kemasan agar tahu berapa lama produk bisa disimpan.

Hindari penyimpanan susu yang sudah terlalu lama dibuka dan lama disimpan. Jika susu telah terkontaminasi atau basi lebih baik langsung dibuang saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(*) 

Data Penulis:

NAMA: AFRILIKA TAFINA

PRODI: S1 ILMU GIZI

NPM: 2018 31 023

Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (STIKBA) Jambi

Tagar Terkait:
loading...

BERITA 5 BAWAH

  • FINANSIAL
  • GADGET
  • PROPERTI
  • RITEL
  • PERKEBUNAN
  • MIGAS
  • OTOMOTIF