JoomlaLock.com All4Share.net

swiss

Smart Factory Schneider Electric di Batam Jadi Percontohan

ONLINEJAMBI.COM - Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menjadi yang terdepan dalam mendorong pelaku industri Asia untuk segera mengambil langkah dalam mengimplementasikan Industrial Internet of Things (IIoT).

Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, smart factory Schneider Electric di Batam menjadi pabrik yang produktif sekaligus percontohan bagi pelanggan dan mitra untuk melihat secara langsung bagaimana transformasi digital dapat membantu mereka membuat keputusan yang didasarkan pada informasi dan data.

Hal ini memungkinkan perusahaan meningkatkan profitabilitas, kinerja manajemen aset, efisiensi operasional dan produktivitas sekaligus menjaga operasional tetap aman, lincah, dan ramah lingkungan.

Smart factory di Batam menjadi percontohan penerapan IIoT bagi pelaku industri di Asia, dan pembuktian kepada pelanggan dan mitra bahwa digitalisasi mudah dilakukan dan membantu mereka dalam melakukan percepatan pengimplementasian rencana transformasi digitalnya.

Lebih dari 150 pelanggan dan mitra dari Indonesia, China, Singapura, Vietnam, Malaysia, Myanmar dan Timur Tengah telah berkunjung ke pabrik.

Smart factory Batam merupakan salah satu dari proyek percontohan smart factory Schneider Electric di seluruh dunia termasuk China, Prancis, Filipina, Amerika Utara dan India.

“Kami sangat percaya pada nilai lebih yang diperoleh dari smart factory dan memastikan pabrik kami sendiri dilengkapi dengan teknologi IIoT terbaru untuk mempelopori era Industri 4.0. Smart factory kami di Batam merupakan percontohan untuk pembelajaran mesin, Artificial Intelligence, perawatan prediktif dan digital, serta mesin dan proses yang terhubung,” ujar Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia.

Dikatakan, integrasi big data, cloud, dan teknologi IIoT akan membuka jalan bagi pelaku industri di Asia untuk segera merealisasikan visi smart factory mereka yaitu menjadi lebih hemat energi dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Smart factory di Batam mengimplementasikan EcoStruxure™ Machine – salah satu solusi EcoStruxure™, salah satu solusi EcoStruxure™ yang berbasis IoT (Internet of Things) milik Schneider Electric yang terbuka, mudah dioperasikan, dan kompatibel – yang memungkinkan pelacakan secara real-time atas kinerja operasional dan visibilitas yang lebih baik terhadap kinerja peralatan berat dan kebutuhan perawatan (maintenance) preventif.

Dengan aplikasi Manufacturing Control Tower dashboards, manajer pabrik dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cepat dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kegiatan operasional.

Dengan solusi ini, pabrik Batam dapat mengurangi waktu perawatan sebesar 17% dan resiko produk cacat/gagal sebesar 46%.

“Melakukan pemberdayaan dan pembinaan bakat dan kompetensi lokal juga merupakan faktor kunci keberhasilan dalam transformasi digital dari pabrik Batam. Tim Schneider Electric di Batam telah berhasil merancang, mengembangkan, menguji dan mengimplementasikan berbagai solusi digital di seluruh jaringan Siaran Pers manufaktur global perusahaan. Terlebih lagi sejak 2017, Schneider Electric telah memberikan kesempatan kepada siswa kejuruan dan politeknik Batam untuk berpartisipasi dalam mengembangkan aplikasi Smart Factory Batam melalui Program Digital Internship,” ungkap Xavier.

Schneider Electric memiliki 2.900 staf yang bekerja di seluruh jaringan pabriknya di Batam yang memproduksi berbagai produk kelistrikan untuk didistribusikan di domestik maupun pasar global.

Ketiga pabrik di Batam telah tersertifikasi berstandar internasional ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001.

Sirichai Chongchintaraksa, VP Supply Chain Performance East Asia Japan Pacific Schneider Electric memahami yang terberat bagi pelaku industri adalah mengambil langkah pertama.

“Smart factory kami di Batam dapat menjadi praktik dan contoh terbaik dalam pemanfaatan digitalisasi manajemen energi dan otomasi di industri manufaktur dan membantu pelaku industri untuk memulai perjalanan digitalisasi mereka,” ujarnya.

Menurut Sirichai transformasi digital memungkinkan pemantauan kinerja operasi di setiap bagiannya secara real-time -- memantau kinerja mesin, melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan terjadinya gangguan, pemenuhan terhadap standar pengendalian kualitas proses, process drifts, pengelolaan energi dan berbagai aktivitas lain yang dapat ditemukan di semua manufacturing shop floor.

“Seluruh staf di pabrik merasakan manfaat dari digitalisasi dimana mereka menjadi lebih fokus pada pekerjaan strategis yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan, meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan yang lebih baik berdasarkan analisa data, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif,” bebernya.

Selanjutnya, return of investment (ROI) dari pemanfaatan teknologi dan solusi ini bervariasi mulai dari kurang dari 6 bulan hingga 2 tahun; sebagai contoh ROI penggunaan EcoStruxure™ pada salah satu lini produksi elektromekanikal kami adalah kurang dari 6 bulan, berkat berkurangnya material yang terbuang sebanyak 46% dan penurunan waktu perawatan hingga 17% dengan waktu implementasi kurang dari 1 bulan Lebih lanjut.

Schneider Electric telah menjadi mitra Kementerian Perindustrian RI untuk pengembangan dan pengimplementasian industry 4.0 sejak akhir November 2018.

Tidak hanya itu, baru-baru ini smart factory Batam memperoleh penghargaan dari Kementerian Perindustrian RI sebagai “A National Lighthouse for Indonesia.(*)

loading...

BERITA 5 BAWAH

  • FINANSIAL
  • GADGET
  • PROPERTI
  • RITEL
  • PERKEBUNAN
  • MIGAS
  • OTOMOTIF