JoomlaLock.com All4Share.net

swiss

Rata-rata Nilai Transaksi, Volume dan Frekuensi di Bursa Meningkat
ist/onlinejambi.com

ONLINEJAMBI.COM - Selama sepekan, data perdagangan BEI mengalami variasi pergerakan data yaitu kenaikan rata-rata nilai transaksi BEI sebesar 3,09 persen menjadi Rp7,991 triliun dari Rp7,751 triliun pada penutupan pekan yang lalu.

Kemudian peningkatan juga dialami volume transaksi bursa pada tingkat 4,08 persen atau sebesar 14,634 miliar unit saham dari 14,060 miliar unit saham selama sepekan sebelumnya.

Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi di BEI juga bertumbuh sebesar 14,55 persen atau sebanyak 491,470 ribu kali transaksi dari 429,031 ribu kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

“Namun kenaikan tidak dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa, yaitu perubahan sebesar 2,19 persen pada IHSG atau ditutup sebesar 6.061,252 dari 6.196,889 pada pekan sebelumnya,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono.

Dikatakan, untuk kapitalisasi pasar bursa mengalami perubahan sebesar 2,20 persen atau sebesar Rp6.966,669 triliun dari Rp7.123,480 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp51,797 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp474,80 miliar.

Pada Senin (30/9), perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dalam rangka seremoni Pencatatan Perdana Reksa Dana PNM ETF CORE LQ45 (XPCR). XPCR merupakan ETF pertama yang diterbitkan oleh PT PNM Investment Management dan juga merupakan ETF ke-8 yang tercatat di BEI pada tahun 2019. Reksa Dana PNM ETF CORE LQ45 dengan kode XPCR dicatatkan sebanyak 5.500.000 unit penyertaaan dengan nilai aktiva bersih (NAB) awal sebesar Rp961,00 per unit penyertaan.

Pada Rabu (2/10), Obligasi Berkelanjutan III PLN Tahap V Tahun 2019 (Obligasi) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap V Tahun 2019 (Sukuk Ijarah) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.912.900.000.000.

Sedangkan untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan III PLN Tahap V Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp797.500.000.000.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dan Sukuk Ijarah ini dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2019 adalah 78 Emisi dari 42 Emiten senilai Rp88,68 Triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 418 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp440,25 Triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan 119 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 102 seri dengan nilai nominal Rp2.664,33 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,79 triliun.(*)

Tagar Terkait:
loading...

BERITA 5 BAWAH

  • FINANSIAL
  • GADGET
  • PROPERTI
  • RITEL
  • PERKEBUNAN
  • MIGAS
  • OTOMOTIF