JoomlaLock.com All4Share.net

swiss

BEI Optimis Pasar Modal Indonesia Tetap Tumbuh Positif

ONLINEJAMBI.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2019 di Ruang Seminar BEI, Lantai 1, Tower 2, Gedung BEI, Jakarta.

Agendanya, persetujuan atas Laporan Tahunan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2018, Penunjukan dan Pengangkatan Akuntan Publik Perseroan untuk Tahun Buku 2019, dan Penambahan Penyertaan Modal pada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan RUPST ini dihadiri 105 pemegang saham (atau 99.06% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara).

“Secara aklamasi, Pemegang Saham menyetujui Laporan Tahunan 2018 dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2018, menunjuk Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja member dari Ernst & Young Global (EY) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit buku Perseroan untuk Tahun Buku 2019, dan memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk melakukan penambahan penyertaan modal pada KPEI,” ujarnya.

Kinerja Bursa Efek Indonesia Tahun 2018

Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pelaku Pasar Modal Indonesia tak terkecuali bagi BEI. Tantangan dan peluang yang ada terus dihadapi dengan tetap menorehkan prestasi membanggakan yang tentunya tidak terlepas dari peran serta para stakeholders Pasar Modal Indonesia.

Prestasi dan Pencapaian yang diperoleh oleh BEI merupakan salah satu cerminan respon pasar yang positif dan optimis ke depannya.

Adapun pencapaian yang telah kami raih sepanjang tahun 2018 diantaranya dari segi perdagangan, BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN.

Di tahun 2018, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 387 ribu transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand yakni 342 ribu transaksi per hari.

Kemudian, sampai April 2019, BEI tetap unggul dengan rata-rata frekuensi harian saham mencapai 436 ribu transaksi per hari.

Dari segi Perusahaan Tercatat, BEI berhasil memfasilitasi 57 Perusahaan Tercatat Baru pada tahun 2018.

Ini merupakan rekor dan pencapaian tertinggi sejak privatisasi bursa efek dalam 26 tahun terakhir, serta menjadi bursa yang terbanyak mencatatkan IPO di kawasan ASEAN (Indonesia: 57, Malaysia: 22, Thailand: 19, Singapore: 17, Vietnam: 35, Filipina: 1). Pertumbuhan jumlah Perusahaan Tercatat pun sangat positif mengingat selama kurun waktu tahun 2014 sampai dengan April 2019 pertumbuhan jumlah Perusahaan Tercatat di Indonesia meningkat 24,3%, Thailand sebesar 15,5%, Filipina tumbuh 1,5%, dan Malaysia 1,0%, sementara Singapura mengalami penurunan sebesar 4,5%.

Dari segi pengembangan investor, pada 2018 total jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 1,6 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 44% dari tahun 2017 yang sebanyak 1,1 juta.

Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 854 ribu atau naik 36% dibandingkan tahun 2017 yang sebanyak 630 ribu. Saat ini per Bulan Mei 2019, jumlah investor Pasar Modal Indonesia mencapai 1,9 juta dengan investor saham mencapai 952 ribu.

Pencapaian lainnya yang tidak lepas dari dukungan segenap stakeholders Pasar Modal Indonesia diantaranya implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi dari T+3 menjadi T+2 yang telah berhasil diimplementasikan pada 26 November 2018.

Kesuksesan implementasi ini tercermin dari peningkatan rata-rata transaksi saham, yakni peningkatan pada nilai transaksi sebesar 18%, frekuensi sebesar 14%, dan volume sebesar 29%.

Selain itu, di akhir tahun 2018 tepatnya pada 28 Desember 2018, juga diimplementasikannya Notasi Khusus pada Kode Saham Perusahaan Tercatat.

Inisiatif ini merupakan bentuk awareness dan sebagai langkah awal bentuk proteksi investor terkait dengan kinerja dari Perusahaan Tercatat yang mencerminkan kinerja, going concern, dan compliance-nya.

Selain berhasil mengimplementasikan program-program strategis BEI di Tahun 2018, BEI juga berhasil meraih beberapa penghargaan diantaranya The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year 2018, The Best Supporting Institution of the Year, Sertifikasi ISO 22301:2012 terkait Business Continuity Management System, dan sebagai Best Companies to Work For in Asia dalam tiga tahun berturut-turut yakni di tahun 2017, 2018, dan 2019.

Berkomitmen mendukung pembangunan pasar modal yang berkelanjutan, serta sejalan dengan best practice bursa di tingkat global, BEI telah resmi bergabung dengan Sustainable Stock Exchange Initiative, yakni perkumpulan bursa-bursa dunia yang menitikberatkan pada program-program keuangan berkelanjutan.

Beberapa contoh inisiatif ini telah Perseroan lakukan, yaitu pengiriman buku Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) dan Laporan Tahunan BEI secara digital, dan pengurangan penggunaan plastik botol minum, serta beberapa inisiatif lainnya.

Pengesahan Laporan Keuangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2018

Adapun pada tahun 2018 BEI telah berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,35 triliun, meningkat 12,6% dari pendapatan usaha di tahun 2017 yakni Rp1,20 triliun.

Secara keseluruhan jumlah total pendapatan Perusahaan sebesar Rp1,53 triliun atau meningkat 5,74% dari tahun 2017 yakni Rp1,45 triliun. Jumlah beban di tahun 2018 sebesar 1,26 triliun atau meningkat 12,33% dari tahun 2017.

Kenaikan beban ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya penyusutan, seiring adanya Pembaruan Sistem Perdagangan dan Data Centre baru.

Meski terdapat kenaikan beban, Perusahaan tetap berhasil melakukan efektivitas penggunaan anggaran sehingga Perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp265 miliar di tahun 2018.

Di 2018, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp6,8 triliun atau mengalami penurunan 18% dari tahun 2017, dipengaruhi oleh adanya penurunan piutang penyelesaian transaksi bursa sebesar 44,81%.

Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,9 triliun atau turun 38% dimana komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa. Terakhir, total ekuitas Perusahaan sebesar Rp3,8 triliun atau mengalami kenaikan 7,5% dibandingkan tahun sebelumnya.(*)

Tagar Terkait:
loading...

BERITA 5 BAWAH

  • FINANSIAL
  • GADGET
  • PROPERTI
  • RITEL
  • PERKEBUNAN
  • MIGAS
  • OTOMOTIF