JoomlaLock.com All4Share.net

swiss

Selama Sepekan BEI Catatkan Tiga Perusahaan

Selama Sepekan BEI Catatkan Tiga Perusahaan

ONLINEJAMBI.COM - Selama sepekan ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tiga perusahaan untuk melantai di bursa.

P.H. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Hani Ahadiyani mengatakan kegiatan diawali pada Senin (17/6), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. Resmi tercatat sebagai Perusahaan Tercatat ke-14 di BEI dengan kode saham BOLA.

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. merupakan Perusahaan pengelola klub sepak bola pertama yang dicatatkan di bursa se-Asia Tenggara.

"BOLA bergerak pada sektor Trade, Services & Investment dan pada Sub Sektor Others," ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Plt Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Iwan Budianto beserta jajaran, Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, Yabes Tanuri dan beberapa Pemain Bali United.

Kemudian pada hari berikutnya, Selasa (18/6), PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) tercatat di BEI sebagai perusahaan tercatat ke-15 pada tahun 2019. CCSI bergerak pada sektor Micellaneous Industry dan pada Sub Sektor Cable.

Pada Rabu (19/6), PT Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN) resmi tercatat di BEI dengan kode saham SFAN. PT Surya Fajar Capital Tbk. tercatat di BEI sebagai Perusahaan Tercatat ke-16 pada tahun 2019.

SFAN bergerak pada sektor Trade, Services and Investment dan pada Sub Sektor Others.

Pelaku industri pasar modal kerap menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pasar modal kepada masyarakat luas. Pada Rabu (19/6) dan Kamis (20/6), Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2019 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara OJK bersama BEI, dan stakeholders lainnya.

Selain bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas informasi aktual terkait perkembangan Pasar Modal Indonesia, kegiatan ini juga bermaksud memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman, serta sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal.

Tidak hanya itu, para narasumber juga memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal, dan yang terakhir adalah sebagai wujud konkret dari recycle pungutan OJK.

Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu yang dilaksanakan di Bandung, bertempat di Gedung BEI, Jakarta, Asosiasi FinTechIndonesia (AFTECH) dan BEI menyelenggarakan acara “FinTech for Capital Market Expo 2019”, Rabu (19/6).

Acara yang berlangsung di Main Hall BEI tersebut terdiri dari beberapa bagian, yaitu sesi business matching, diskusi panel, dan pameran eksibisi.

Mengusung semangat kolaborasi, tujuan utama diselenggarakannya acara tersebut yaitu untuk menjembatani terjadinya kolaborasi konkret antara para pelaku di industri teknologi finansial (tekfin) dan pasar modal.

Diharapkan perusahaan yang berpartisipasi dapat menjalin kerja sama bisnis serta kolaborasi pengembangan teknologi sehingga hasilnya masyarakat dapat menikmati produk dan layanan keuangan yang lebih baik.

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI, Fithri Hadi dalam sambutannya menyampaikan, “Tren saat ini sudah berubah, di mana kemitraan terjadi antara Perusahaan Efek dengan start-up termasuk juga fintech start-up.”

Beliau juga memaparkan bahwa kolaborasi dengan sektor tekfin dapat membantu Perusahaan Efek untuk dapat lebih inovatif, inklusif, efisien dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat saat ini.

Pada acara ini AFTECH menampilkan beberapa perusahaan tekfin, yang secara keseluruhan merupakan perusahaan anggota AFTECH, yang beroperasi di berbagai subsektor untuk memamerkan produk dan teknologi yang dimiliki.

Adapun perusahaan-perusahaan tekfin yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut yaitu Bareksa, Tanamduit, Bibit, Xdana, Citcall, Halofina, Faspay, Santara, Bizhare, Espay, Netzme dan Crowdo.

Selain perusahaan-perusahaan perwakilan AFTECH, tampil juga pada acara tersebut beberapa perusahaan berbasis teknologi yang merupakan perusahaan binaan IDX Incubator, yaitu SyarQ, Odeo, Tanijoy, Findstock dan Teman Trading. Dihadiri lebih dari 400 pengunjung dari berbagai latar belakang.

Data Perdagangan

Pada pekan ini data rata-rata perdagangan BEI mengalami peningkatan, paling tinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yang mengalami peningkatan sebesar 31,32 persen menjadi Rp11,381 triliun dari Rp8,667 triliun pada pekan sebelumnya.

Untuk rata-rata volume transaksi harian BEI selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 20,92 persen menjadi 15,236 miliar unit saham dari 12,600 miliar unit saham pada pekan lalu.

Kemudian untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,04 persen ke level 6.315,436 dari 6.250,265 pada penutupan pekan lalu.

Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami kenaikan sebesar 1,05 persen menjadi Rp7.193,904 triliun dari Rp7.119,319 triliun pada penutupan pekan lalu.

Sementara untuk rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini mengalami perubahan sebesar 0,83 persen menjadi 470,219 ribu kali transaksi dari 474,176 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp58,992 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan beli bersih sebesar Rp366,55 miliar.(*)

Tagar Terkait:
loading...

BERITA 5 BAWAH

  • FINANSIAL
  • GADGET
  • PROPERTI
  • RITEL
  • PERKEBUNAN
  • MIGAS
  • OTOMOTIF